Prabowo Ingin Anak Indonesia Kuasai Bahasa Asing: Mandarin, Korea, Prancis

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Presiden, Prabowo Subianto, memberikan sambutan dalam sidang Tahunan, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Presiden Prabowo Subianto mengatakan anak-anak sejak sekolah dasar (SD) sudah kudu mulai diajarkan bahasa asing.

Menurutnya, keahlian berkata asing krusial untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tengah kebutuhan tenaga kerja global.

Prabowo mengatakan pembelajaran bahasa asing nantinya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Dia menilai anak-anak bakal lebih sigap menguasai bahasa jika mulai belajar sejak usia dini.

“Pelajaran apa pun kita bakal kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing absolut kudu kita kuasai, kita bakal mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD,” ujar Prabowo saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Dia mengatakan pembelajaran tersebut apalagi bakal dimulai sejak siswa duduk di kelas 1 SD. Pemerintah, kata Prabowo, bakal mendorong anak-anak mempelajari sejumlah bahasa asing nan dianggap penting.

“SD kelas 1 mereka kudu mulai bahasa asing, bahasa-bahasa nan paling penting. Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa-bahasa juga Jepang Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Menurut Prabowo, keahlian anak dalam mempelajari bahasa bakal lebih optimal jika dimulai sejak usia di bawah 11 alias 12 tahun. Karena itu, dia mau anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan nan baik sejak awal sehingga mempunyai keahlian nan lebih kompetitif ketika memasuki bumi kerja.

“Dari mini di bawah 11 tahun 12 tahun mereka lebih cepet belajar. Anak-anak kita kudu punya akses terhadap pendidikan terbaik agar mereka kelak jika sudah mencari lapangan kerja mereka punya keahlian lebih, mereka bisa diterima kemana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” tuturnya.

Prabowo menilai penguasaan bahasa asing perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kekuatan ekonomi maupun kebutuhan beragam negara. Dia mencontohkan bahasa Mandarin nan dinilai krusial lantaran China mempunyai perekonomian nan dinamis.

Dia juga menyebut bahasa Jepang dan Korea perlu dipelajari lantaran kedua negara tersebut mempunyai perekonomian nan maju. Sementara itu, bahasa Prancis dan Spanyol dinilai mempunyai jangkauan penggunaan nan luas lantaran digunakan di banyak negara.

“Dan kita mengerti sekarang Tiongkok Ekonomi nan paling bergerak tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju, Spanyol, banyak negara bicara spanyol, banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kita juga kudu belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bagian sains dan teknologi,” jelas Prabowo.

Selain bahasa-bahasa tersebut, Prabowo juga menilai bahasa Rusia krusial untuk dipelajari lantaran Rusia mempunyai kekuatan di bagian sains dan teknologi.

Prabowo mengaitkan penguasaan bahasa asing dengan kesempatan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Dia mengatakan saat ini banyak negara mengalami kekurangan tenaga kerja dan memerlukan pekerja dari Indonesia.

Menurutnya, dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara, kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia kerap menjadi salah satu pembahasan.

“Saudara-saudara sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin saya ketemu, bertanya, bisa nggak tenaga kerja dari indonesia,” tuturnya.

“Mereka perlu untuk kerja di bagian pariwisata. Pariwisata ya kudu bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh caregiver, kudu bisa bahasa,” sambung dia.

Prabowo menilai Indonesia mempunyai modal sosial nan baik lantaran masyarakat Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karakter tersebut, menurutnya, dapat menjadi kelebihan bagi tenaga kerja Indonesia ketika bersaing di pasar kerja internasional.

“Dan orang indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan kelak bisa menjadi kompetitif di bumi memperkuat ekonomi indonesia,” kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan