Vladivostok, CNBC Indonesia - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan utama pada Forum Ekonomi Timur ke-9 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) waktu setempat. Dalam pidatonya di depan peserta acara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo menekankan posisi Indonesia di kancah global.
"Indonesia sangat terbuka selama berpuluh-puluh dekade, terbuka mengenai kebijakan kita," ujarnya.
Menurut Prabowo, Indonesia mau mempunyai hubungan nan positif dengan semua negara, termasuk negara-negara adidaya. Secara tradisional, lanjut dia, Indonesia tidak berpihak.
"Kami tidak tergabung ke dalam aliansi militer manapun, kami menghormati semua kekuatan," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu pun bilang jika Indonesia berdikari secara ekonomi dan mau bekerja sama dengan semua negara. Indonesia pun sangat terbuka dalam bermusyawarah dengan para mitra.
"Kami menawarkan perdagangan nan adil," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo memastikan Indonesia sangat terbuka terhadap semua negara. Indonesia tidak bakal bekerja sama dengan pihak nan mempunyai kepentingan nan bertentangan dengan kepentingan golongan lain.
"Kami bakal memperlakukan siapa pun nan mau datang ke Indonesia secara adil. Kami memberikan perlakuan nan sama kepada semua orang nan datang ke Indonesia," kata Prabowo.
Eks Menteri Pertahanan itu pun menegaskan jika hubungan Indonesia dengan Rusia sudah terjalin sangat lama. Bahkan ketika Indonesia baru mendeklarasikan kemerdekaan tahun 1945, Rusia nan ketika itu tetap berjulukan Uni Sovyet, peduli kepada Indonesia.
"Semua orang mengetahui sejarah ini dan kami tidak menutup-nutupinya," ujar Prabowo.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
22 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·