Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa ada unsur kesengajaan membakar lahan sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nan sangat masif. Prabowo juga menerima laporan lahan-lahan nan terbakar tersebut sudah disulap menjadi kebun kelapa sawit.
Hal ini disampaikan Kepala BNPB Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) penanganan musibah alam gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan dipimpin Prabowo. Rapat digelar secara virtual melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Senin (7/9/2026).
"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan langkah membakar, kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran rimba dan memang disuruh dengan duit hanya Rp 500 ribu, diberi uang," kata Suharyanto kepada Prabowo.
"Dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar letak nan baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, letak itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon, pohon sawit," sambungnya.
Prabowo lantas memerintahkan abdi negara penegak norma untuk menyelidiki pelaku-pelaku maupun korporasi nan sengaja membakar lahan serta mengubahnya dengan kebun sawit. Prabowo memerintahkan korporasi nan terbukti melakukan pembakaran rimba dicabut izin usahanya.
"Saya tertarik juga lenyap kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu nan sangat singkat. Jadi ini betul-betul kesengajaan apakah ini rakyat alias korporasi, tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun nan 18," jelas Prabowo.
"Dan kelak bakal saya minta mungkin Menteri Kehutanan, Menteri ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai. Kalau perlu kita segera cabut semuanya semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya," sambung dia.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·