Prabowo Bela Hak Orang Miskin, Larang Orang Kaya Pakai BBM Subsidi

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah bakal tetap mempertahankan subsidi daya bagi masyarakat kelas bawah dan penduduk miskin. Kebijakan tersebut menjadi support negara terhadap 80% rakyat Indonesia agar tidak terbebani oleh kenaikan nilai daya global.

Presiden Prabowo mengungkapkan, masyarakat dengan ekonomi ke atas tidak diperbolehkan mengonsumsi BBM nan disubsidi oleh negara.

"Untuk BBM nan bersubsidi kita bakal pertahankan untuk rakyat mini dan rakyat miskin. Kita bakal pertahankan untuk 80% rakyat kita. Tapi pada saatnya nan orang-orang kuat orang-orang kaya ya jika mau pakai bensin nan mahal ya dia kudu bayar nilai pasar," ungkapnya dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

"Lu udah kaya minta subsidi lagi ya nggak lah. nan kita bela rakyat miskin ya," tegasnya.

Adapun, Prabowo menjelaskan kondisi ketidakpastian suplai daya bumi diperkirakan bakal berjalan selama satu tahun mendatang. Selama masa tersebut, pemerintah bakal memperketat pengendalian konsumsi bahan bakar untuk memastikan ketahanan daya nasional tetap terpenuhi.

"Sebagian langkah-langkah untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini, jangka pendek nan saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini, 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan kita bakal menjadi sangat kuat," katanya.

Selain itu, Prabowo memberikan petunjuk untuk para menteri untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah kebocoran anggaran subsidi. Ia menekankan potensi krisis daya ini kudu menjadi momentum bagi Indonesia untuk beranjak ke sumber daya terbarukan nan dikelola secara berdikari dari dalam negeri.

"Krisis kesulitan tantangan halangan rintangan adalah kesempatan membikin kita kudu bekerja lebih baik kudu bekerja lebih efisien tidak boleh royal tidak boleh ada kebocoran tidak boleh ada korupsi," pungkasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News