Puluhan ambulans disiagakan akibat kasus keracunan massal usai mengonsumsi makanan program MBG di Pati.(MI/Akhmad Safuan )
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan kasus dugaan keracunan massal nan menimpa ratusan siswa dan pembimbing usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga saat ini, puluhan korban tetap menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan pemantauan pada Kamis (10/9), kondisi para korban dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati berangsur membaik. Meski demikian, sebanyak 45 orang tetap kudu menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa, Pati.
Sementara itu, ratusan siswa dan pembimbing lain nan sempat mengalami indikasi mual, muntah, diare, serta lemas telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas serta rumah sakit setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luki Pratugas Narimo, menyampaikan bahwa petugas kesehatan juga diterjunkan langsung ke rumah-rumah siswa untuk menyisir dan memastikan tidak ada korban bergejala nan terlewat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Adhi Chandra, menegaskan bahwa status KLB ditetapkan agar penanganan dapat diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Dengan status ini, seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung penuh oleh Pemkab Pati menggunakan biaya Belanja Tidak Terduga (BTT).
Lebih lanjut, Risma menyampaikan bahwa kondisi para korban sekarang terus membaik dan sebagian siswa sudah kembali beraktivitas di sekolah. Untuk sementara waktu, pengedaran program MBG di wilayah tersebut dihentikan.
"Kami memohon maaf secara terbuka kepada orangtua siswa dan seluruh masyarakat atas musibah ini," ujar Risma.
Ia juga menambahkan bahwa penanganan darurat melangkah sigap dan efektif berkah koordinasi antara Pemkab Pati, Dinas Kesehatan, akomodasi kesehatan, pihak sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Badan Gizi Nasional (BGN). (AS/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·