Jakarta, CNN Indonesia --
Batik Air buka bunyi soal video kejadian meledaknya powerbank milik penumpang di dalam pesawat rute Makassar-Jakarta nan viral di media sosial.
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan kejadian itu terjadi Rabu (29/7) dalam penerbangan ID-6143 rute Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG)-Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
"Saat penerbangan berlangsung, salah satu power bank milik pengguna mengeluarkan asap nan kemudian diikuti percikan api," kata Danang dalam keterangannya, Kamis (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian, awak kabin nan telah mendapatkan training penanganan keadaan darurat segera menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.
Kata Danang, penanganan dilakukan secara sigap dan tepat menggunakan peralatan keselamatan nan tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut.
Selama proses penanganan, awak kabin turut memastikan keamanan pengguna di sekitar letak kejadian. Selain itu, juga terus berkoordinasi dengan kapten penerbang sesuai prosedur operasional penerbangan.
"Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sesuai prosedur operasional. Seluruh pengguna dan awak pesawat berada dalam kondisi aman," tutur Danang.
Batik Air menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembawaan dan penggunaan power bank selama penerbangan telah diberlakukan dan disampaikan kepada seluruh pelanggan. Power bank tidak diperkenankan/ tidak diizinkan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan.
Selain itu, power bank wajib dibawa sebagai bagasi kabin dan tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked baggage), serta tidak boleh disimpan di kompartemen bagasi kabin (overhead compartment/headrack).
Kemudian, selama penerbangan, power bank kudu tetap berada dalam pengawasan pengguna dan dapat disimpan di kantong bangku (seat pocket), di saku pakaian, alias di dalam tas pribadi berukuran mini nan diletakkan di bawah bangku di depan pelanggan.
Danang menyampaikan ketentuan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Saat ini, Batik Air tetap melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dengan mengumpulkan info dan info nan diperlukan. Hasil investigasi bakal menjadi dasar dalam pertimbangan lebih lanjut sesuai ketentuan nan berlaku," ucap Danang.
"Batik Air mengapresiasi profesionalisme awak kabin nan bertindak sigap sesuai prosedur keselamatan sehingga kejadian dapat ditangani dengan baik. Keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan," sambungnya.
[Gambas:Youtube]
(dis/fra)
[Gambas:Video CNN]
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·