Potret Kolombia Luluh Lantak Diserang Bom Jelang Pilpres

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)

Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)

Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. (AFP/FRANCISCO CALDERON)

Dilansir AFP, serangan ini dilakukan pada Sabtu (25/4). Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian kekerasan terbaru menjelang pemilihan presiden bulan depan. (AFP/FRANCISCO CALDERON)

Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)

Unggahan lain di media sosial menunjukkan kerusakan parah dan kawah di badan jalan. Sejumlah saksi menyebut ledakan tersebut sangat kuat hingga membikin mereka terpental beberapa meter. (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)

Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)

Beberapa serangan dilaporkan terjadi di Kolombia. Otoritas setempat menuding golongan pembangkang dari gerilyawan FARC, nan telah dibubarkan, sebagai pelaku. (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)

Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. (AFP/FRANCISCO CALDERON)

Sebelumnya, serangan peledak di sebuah pangkalan militer di Cali pada Jumat (24/4) menyebabkan dua orang terluka. Gelombang kekerasan ini meningkatkan ketegangan menjelang pemilihan presiden pada 31 Mei, di mana rumor keamanan menjadi salah satu konsentrasi utama. (AFP/FRANCISCO CALDERON)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News