Latihan perang dengan menggunakan drone (pesawat nirawak) tersebut menjadi bagian dari latihan tahunan nan melibatkan tentara Jepang dan Prancis.
Seorang prajurit dari Resimen Infanteri ke-20 Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) menggunakan drone DefendTex Drone40 buatan Australia saat mengikuti latihan perang drone di Miyagi, Jepang utara, pada Rabu. (REUTERS/Issei Kato)
Melansir Reuters, Kamis (3/9/2028), latihan perang dengan menggunakan drone alias pesawat nirawak tersebut bagian dari latihan tahunan nan melibatkan tentara Jepang dan Prancis nan diberi nama "Brunet-Takamori". (REUTERS/Issei Kato)
Dalam latihan tersebut, pasukan dari resimen infanteri marinir Prancis nan berbasis di Kaledonia Baru berbareng Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) menggelar simulasi perang gerilya di lingkungan perkotaan. (REUTERS/Issei Kato)
JGSDF juga mendemonstrasikan salah satu jenis loitering munition Drone 40 nan dikembangkan perusahaan pertahanan Australia, DefendTex. (REUTERS/Issei Kato)
Duta Besar Prancis untuk Jepang, Beatrice Le Fraper du Hellen, meninjau latihan lapangan bilateral tersebut. (REUTERS/Issei Kato)
Jepang saat ini terus berinvestasi pada teknologi drone seiring upayanya memodernisasi militer dan menghadapi sikap China nan semakin tegas. Pada Agustus lalu, produsen drone asal Jerman, Helsing, mengumumkan kerja sama dengan perusahaan e-commerce dan finansial Jepang, Rakuten, untuk merampungkan penjualan sistem nirawaknya ke angkatan bersenjata Jepang. (REUTERS/Issei Kato)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·