Potret Garda Nasional Rusia Mendadak Penuhi 'Jantung' Moskow, Ada Apa?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Patroli tersebut dilakukan jelang berlangsungnya parade militer Hari Kemenangan untuk memperingati kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua pada letak tersebut.  (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Parade tersebut bakal diadakan pada 9 Mei, menandai kekalahan Soviet atas Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua, sebuah bentrok nan oleh orang Rusia disebut Perang Patriotik Besar. (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Parade Hari Kemenangan merupakan hari besar utama di Rusia untuk meningkatkan semangat patriotisme dan warisan sejarah untuk mengenang kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada 9 Mei 1945, menghormati veteran, dan menunjukkan kekuatan militer. (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Meski begitu, Kremlin mengatakan bahwa parade militer Hari Kemenangan tahunan Rusia di Lapangan Merah telah dikurangi skalanya tahun ini. (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Anggota Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) beroperasi di area dekat Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Rabu (28/4/2026). (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Pada gelaran parade Hari Kemenangan tahun ini Rusia juga tidak bakal menyertakan peralatan militer lantaran akibat nan digambarkan sebagai "aktivitas teroris Ukraina." (REUTERS/Ramil Sitdikov)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News