Petani dari wilayah barat Cochabamba berantem dengan abdi negara kepolisian di ibu kota Bolivia, La Paz, Rabu waktu setempat, saat menggelar tindakan menuntut diakhirinya pemerintahan Presiden Rodrigo Paz. Kerusuhan ini menjadi nan terbaru di tengah gelombang kerusuhan sipil nan telah berjalan selama berminggu-minggu. (REUTERS/Claudia Morales)
Bentrokan pecah ketika para demonstran berupaya memasuki Plaza Murillo, area nan menjadi pusat pemerintahan negara tersebut. Polisi anti huru hara nan berjaga di letak memblokir akses menuju area tersebut sehingga memicu ketegangan antara kedua pihak. (REUTERS/Claudia Morales)
Di tengah tindakan itu, sejumlah penduduk La Paz nan terdampak oleh blokade jalan dan gangguan pengedaran peralatan meluapkan kemarahan mereka kepada para pengunjuk rasa. Beberapa penduduk meneriakkan protes kepada massa demonstran sementara nan lain memberikan tepuk tangan kepada abdi negara kepolisian. (REUTERS/Claudia Morales)
Pawai di La Paz merupakan bagian dari gelombang tindakan protes nan lebih luas nan telah melumpuhkan sebagian wilayah Bolivia sejak awal Mei. Serangkaian blokade jalan dan pemogokan dipimpin oleh serikat pekerja, golongan petani, serta pendukung mantan Presiden Evo Morales. (REUTERS/Claudia Morales)
Pada hari nan sama, eks Presiden Morales memimpin pawai anti-pemerintah di Cochabamba. Dalam tindakan tersebut, dia mengecam penangkapan Vicente Salazar, pemimpin federasi petani Tupac Katari. (REUTERS/Claudia Morales)
Salazar ditangkap pada Rabu dengan tuduhan memimpin blokade jalan dan pengepungan terhadap La Paz. Penangkapannya semakin memperkeruh situasi politik nan sudah memanas dalam beberapa pekan terakhir. (REUTERS/Claudia Morales)
Morales secara terbuka mendukung aktivitas protes nan berjalan di beragam wilayah. Ia menyerukan penyelenggaraan pemilihan umum lebih awal dan menilai aksi-aksi tersebut sebagai corak perlawanan terhadap kebijakan ekonomi nan diterapkan pemerintahan Paz. (REUTERS/Claudia Morales)
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) pada 4 Juni kembali menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Paz. Washington memperingatkan agar tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintah nan sah dan menyatakan bakal terus mendukung upaya menjaga stabilitas serta keamanan regional. (REUTERS/Claudia Morales)
Kerusuhan nan berkepanjangan telah menimbulkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat, sementara pemerintah dan golongan oposisi tetap belum menunjukkan tanda-tanda bakal mencapai kesepakatan untuk meredakan krisis politik nan berkembang di negara Andes tersebut. (REUTERS/Claudia Morales)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·