Ratusan demonstran membawa potret Ayatollah Ali Khamenei dalam tindakan di dekat Gedung Putih, Washington, D.C., AS Rabu (8/4/2026) ketika puluhan massa menyerukan gencatan senjata nyata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Sambil mengibarkan bendera Iran, Palestina, dan Lebanon, para demonstran menyuarakan tuntutan dari beragam penjuru bumi agar kampanye militer nan telah berjalan nyaris enam minggu segera dihentikan. Aksi tersebut berjalan tenteram dengan seruan solidaritas bagi penduduk sipil nan terdampak konflik. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Seruan tindakan muncul setelah Amerika Serikat dan Iran pada Selasa sepakat untuk menghentikan bentrok nan meluas selama dua minggu sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian nan lebih luas di kawasan. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Aksi seruan tersebut tidak hanya berjalan di depan Gedung Putih, tetapi juga digelar di Times Square, New York, AS, dengan sejumlah massa membawa poster bertuliskan pesan “Hentikan Perang.” (REUTERS/Adam Gray)
Massa juga terlihat melakukan long march menyusuri area Times Square, New York, sembari mengibarkan bendera dan membawa poster berisi seruan aksi. (REUTERS/Adam Gray)
Sementara itu, tindakan serupa juga berjalan di Los Angeles, California, AS, dengan massa berkumpul di sejumlah titik kota untuk menyuarakan tuntutan nan sama serta menunjukkan solidaritas terhadap seruan gencatan senjata di tengah bentrok nan terus berlangsung. (REUTERS/Daniel Cole)
Namun, situasi di Lebanon tetap memanas setelah Israel melancarkan serangan terberat pada Rabu nan menewaskan lebih dari 250 orang, paling intens sejak bentrok dengan Hizbullah pecah bulan lalu. Israel dan AS menyebut Lebanon tidak masuk kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, memicu kritik, sementara Iran meminta Lebanon dimasukkan agar penghentian kekerasan berjalan menyeluruh. (REUTERS/Daniel Cole)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·