Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Risiko Demam Berdarah dan Diare pada Anak

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Perubahan suasana tidak hanya berakibat pada lingkungan, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan anak. Peningkatan suhu bumi dan perubahan pola curah hujan diketahui dapat menciptakan kondisi nan mendukung penyebaran beragam penyakit tropis, seperti demam berdarah, malaria, dan diare.

Anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI, Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes, menjelaskan bahwa perubahan suasana memang berangkaian dengan meningkatnya akibat penyakit-penyakit tersebut.

Suhu Bumi Meningkat, Risiko Penyakit Tropis Ikut Bertambah

Menurut dr. Riyadi, kenaikan suhu bumi menyebabkan wilayah beriklim tropis semakin meluas. Daerah nan sebelumnya lebih dingin sekarang menjadi lebih hangat sehingga memungkinkan nyamuk dan serangga lain nan berkedudukan sebagai vektor penyakit untuk hidup dan berkembang biak.

Ilustrasi anak di musim hujan. Foto: Shutter Stock

"Peningkatan suhu bumi bakal menyebabkan wilayah tropis, wilayah tropis itu wilayah nan ada di suhu tropis ya kita bilang ya. Dulu tuh 23,5 derajat ke atas, 25,3 derajat ke bawah garis ekuator. Sekarang makin luas wilayah tropis itu. Kenapa? Karena suhu bumi makin naik. Daerah nan tadinya suhunya dingin sekarang menjadi naik,” ujar dr. Riyadi.

Banyak penyakit infeksi, seperti demam berdarah dan malaria, memerlukan perantara berupa nyamuk untuk menyebar. Ketika suhu lingkungan mendukung, nyamuk dapat berkembang di wilayah nan sebelumnya tidak cocok untuk kehidupannya. Akibatnya, akibat munculnya penyakit tropis di wilayah baru pun meningkat.

Curah Hujan Tinggi Dapat Memicu Diare dan Penyakit Lain

Ilustrasi nyamuk, Jumat (26/4/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Selain suhu, perubahan pola curah hujan juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Curah hujan nan tinggi dapat meningkatkan akibat diare akibat menurunnya kualitas sanitasi dan kontaminasi lingkungan.

“Hubungannya memang dengan suhu perubahan. Curah hujan sudah jelas. Pasti jika lagi curah hujan tinggi biasanya diare meningkat,” imbuhnya.

Genangan air setelah hujan juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sementara kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memperburuk kondisi lingkungan. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi akibat perubahan suasana menjadi langkah krusial untuk membantu menekan penyebaran penyakit tropis serta melindungi kesehatan anak di masa depan.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan