Populer: Selat Hormuz akan Dibuka 19 Juni 2026; Kesepakatan Kerja Sama RI-Jerman

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Informasi mengenai rencana pembukaan Selat Hormuz usai ada kesepakatan tenteram antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu buletin terkenal di kumparanBisnis sepanjang Senin (15/6).

Selain itu, buletin mengenai Presiden Prabowo nan mengungkapkan kesepakatan kerja sama Indonesia dengan Jerman juga tidak kalah menyita perhatian publik.

Berikut ini rangkuman selengkapnya:

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Bakal Dibuka 19 Juni 2026

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Aerial Viewer/Shutterstock

Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan sementara. Keduanya juga sepakat bakal menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (15/6), para pejabat dari kedua negara bakal berjumpa di Swiss pada tanggal 19 Juni untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut, sebuah keputusan nan menunjukkan bahwa beberapa aspek kesepakatan mungkin tetap belum terselesaikan.

Belum ada teks nan dirilis oleh kedua pihak, sehingga poin-poin nan paling menjadi hambatan bakal dibahas pada tahap pembicaraan selanjutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lampau berjanji bahwa kesepakatan bakal tercapai pada Minggu, hari ulang tahunnya nan ke-80, dan dia telah berupaya keras agar perihal itu segera dilaksanakan.

“Kesepakatan dahsyat ini bakal membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh wilayah,” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial. Ia mengatakan selat itu bakal dibuka pada 19 Juni, setelah perjanjian ditandatangani dan ranjau-ranjau disingkirkan dari jalur air tersebut.

Pengumuman itu pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan kemudian diikuti oleh Trump dan media pemerintah Iran, nan menggambarkan kesepakatan itu sebagai penyerahan diri oleh AS. Para pejabat Iran mengatakan teks tersebut bakal dipublikasikan setelah perjanjian ditandatangani.

Prabowo Sebut RI-Jerman Sepakat Tingkatkan Volume Perdagangan dan Investasi

Presiden Prabowo Subianto berbareng Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier melangkah memeriksa pasukan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia dan Jerman sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi nan saling menguntungkan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam konvensi pers berbareng Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (5/5).

"Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi nan saling menguntungkan," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia juga meletakkan perhatian besar terhadap penguatan hubungan dengan Eropa, termasuk percepatan penyelesaian perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa alias Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Prabowo menyebut sejumlah bagian nan menjadi konsentrasi pengembangan kerja sama investasi antara lain transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, hingga industri semikonduktor.

Selain itu, Prabowo juga membuka kesempatan kerja sama nan lebih luas bagi Jerman dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis dan logam tanah jarang, serta pembangunan prasarana nasional.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan