Populer: Ancaman Tarif Impor Eropa; Percepatan Elektrifikasi KRL Green Line

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump berperan-serta dalam makan malam kerja para pemimpin G7 selama KTT G7 di Hotel Royal Evian , Senin (15/6/2026). Foto: Anna Moneymaker/Getty Images/AFP

Ancaman tarif impor 100 persen untuk Eropa menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (27/6). Selain itu, percepatan elektrifikasi KRL Green Line. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:

Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen untuk Eropa

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan ancaman untuk menerapkan tarif impor dahsyat sebesar 100 persen terhadap negara-negara Uni Eropa (UE).

Ancaman ini dipicu oleh kebijakan pajak jasa digital nan diterapkan oleh sejumlah negara UE.

Langkah ini berpotensi membatalkan kesepakatan jual beli bilateral nan telah ada dan dapat memicu eskalasi perang jual beli antara kedua blok ekonomi besar.

Ancaman ini bukan nan pertama, mengingat sebelumnya Trump juga menakut-nakuti Prancis atas pajak jasa digital 3 persen nan telah diterapkan sejak 2019.

Pajak tersebut menargetkan raksasa teknologi AS seperti Facebook, Amazon, Apple, dan Alphabet. AS menilai kebijakan ini sebagai halangan ekspor dan merugikan kepentingan upaya perusahaan-perusahaan teknologi mereka nan mendominasi pasar digital global.

Juru Bicara Komisi Eropa telah menyatakan UE bakal merespons ancaman tersebut secara sigap dan tegas demi melindungi hak-hak serta otonomi dalam menetapkan regulasi.

Pemerintah Percepat Elektrifikasi KRL Green Line, Target Rampung 2027

Ilustrasi para pengguna KRL di Jakarta. Foto: Shutterstock

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mempercepat proyek elektrifikasi KRL Green Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung dengan sasaran rampung pada 2027.

Prioritas ini didasari oleh info tingkat okupansi jalur Green Line nan mencapai 161 persen pada jam sibuk, jauh melampaui Blue Line (140 persen) dan Red Line (130 persen).

Tingginya kepadatan, setara delapan orang per meter persegi, menunjukkan urgensi peningkatan kapabilitas jasa KRL nan melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan peningkatan kapabilitas bakal dilakukan dengan elektrifikasi jalur serta penggantian rangkaian kereta menjadi 12 gerbong nan lebih besar, serupa dengan nan beraksi di Blue Line.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menambahkan koordinasi intensif dengan PT KAI, PLN, dan Danantara telah dilakukan untuk segera memulai pembangunan gardu listrik baru di sepanjang jalur.

Proyek ini diharapkan dapat mengatasi lonjakan penumpang KRL Jabodetabek nan diperkirakan bakal meningkat menjadi sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan