Jakarta, CNN Indonesia --
Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri mengungkapkan kerugian negara nan timbul dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek revitalisasi dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes, Situbondo, mencapai Rp645 miliar.
"Dalam dugaan tindak pidana korupsi ini telah terjadi kerugian finansial negara berasas hasil audit dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI itu sekitar Rp645 miliar lebih," kata Kepala Tim Penyidik Dittindak Kortas Tipidkor Polri Komisaris Besar Polisi Gunawan di Jakarta Timur, Selasa (9/6).
Hal tersebut disampaikan Gunawan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan penggeledahan di salah satu instansi BUMN bangunan nan berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penggeledahan tersebut, interogator menyita sejumlah peralatan bukti berupa dokumen-dokumen dalam corak soft copy maupun hard copy, serta peralatan bukti elektronik dalam corak surat elektronik.
Penyidik Kortas Tipidkor Polri hari ini juga menggeledah tiga letak lain mengenai investigasi dugaan korupsi EPCC (Engineering, Procurement, Construction and Commissioning) Pabrik Gula Asembagoes.
Tiga letak tersebut masing-masing rumah Direktur Utama PT Multinas Indonesia Tjahjadi Dajadibrata di area Galaxy Bumi Permai, Surabaya; instansi PT Multinas Tjahja Sejahtera di Ruko Klampis Megah, Surabaya; serta instansi PT Barata Indonesia di Jalan Veteran Nomor 241, Gresik, Jawa Timur.
"Kegiatan kali ini dalam upaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Nantinya bukti-bukti ini bakal kami kajian dan juga bakal kami dalami bukti-bukti ini untuk memperkuat pembuktian dalam proses investigasi nan kami laksanakan," ujarnya.
Proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes, Situbondo, Jatim, dilaksanakan sejak 2016 hingga 2022.
Proyek nan merupakan bagian dari program strategis BUMN ini memperoleh pendanaan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar serta tambahan pinjaman lebih dari Rp462 miliar.
Namun, proyek tersebut kandas memenuhi beberapa sasaran utama, seperti kapabilitas giling, kualitas produk, serta produksi listrik untuk ekspor.
Hingga saat ini, interogator Kortas Tipikor Mabes Polri tetap melakukan pendalaman kasus dan belum menetapkan tersangka.
(isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·