
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (foto: Okezone)
JAKARTA - Polri berbareng TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, lembaga teknis, bumi usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut sekarang diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara nan tetap tersimpan di bawah permukaan tanah.
Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) nan dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di area Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakter lahan gambut nan memungkinkan panas dan bara memperkuat di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, pemanfaatan teknologi tersebut bermaksud membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.
“Kita tidak hanya memandang apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah tetap ada panas nan tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah,” kata Trunoyudo, Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan info kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel campuran nan disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Khusus di area Pengayuan, sedikitnya 350 personel campuran dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Kondisi gambut membikin api tidak selalu terlihat di permukaan lantaran panas dapat menjalar dan bara dapat memperkuat di lapisan bawah tanah.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·