Polri-Kemenhaj Bentuk Satgas Haji, Siapkan Hotline Pengaduan Penipuan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Polri berbareng Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026. Pembentukan Satgas ini sebagai langkah konkret melindungi calon jemaah dari praktik haji terlarangan dan penipuan.

Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dengan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di instansi Kemenhaj hari ini.

"Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut langsung dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi jemaah haji dan umrah Indonesia," kata Komjen Dedi melalui keterangan tertulis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji. (Dok. ist)Polri dan Kemenhaj corak Satgas Haji. (Dok. ist)

Komjen Dedi menegaskan Satgas Haji bakal bekerja terpadu dari pusat hingga wilayah dengan pendekatan menyeluruh mulai dari edukasi hingga penegakan hukum.

Polri, lanjutnya, bakal mengedepankan upaya preemtif berupa sosialisasi masif agar masyarakat tidak tertipu modus travel ilegal. Namun upaya pencegahan alias preventif juga terus dilakukan dengan pengawasan ketat di airport dan pelabuhan.

"Penindakan represif dapat berupa tindakan tegas terhadap pelaku penipuan dan haji ilegal," tegas Komjen Dedi.

"Satgas ini kami corak untuk memastikan masyarakat terlindungi dan tidak menjadi korban penipuan dengan beragam modus," lanjutnya.

Selain itu, Satgas juga bakal membuka hotline pengaduan terpadu guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat. Pasalnya, kata dia, nilai kerugian akibat praktik haji terlarangan mencapai Rp 92,64 miliar.

Dia mengatakan, sepanjang 2025, kepolisian sukses mencegah 1.243 calon jemaah berangkat menggunakan visa nonhaji, dengan jumlah terbesar melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan penawaran haji nan memakai visa non-resmi. Ia meminta masyarakat memastikan travel mempunyai izin resmi dan segera melapor jika menemukan indikasi penipuan.

"Modus bakal terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Polri bakal bertindak tegas demi melindungi masyarakat," tutur dia.

Lebih lanjut, Komjen Dedi menyatakan Polri bakal menempatkan personil di Arab Saudi. Penempatan personel itu sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan abdi negara keamanan di Jeddah dan Makkah.

Sementara itu, Dahnil mengatakan Satgas Haji juga dibentuk untuk memastikan agar biaya haji tidak semakin membebani masyarakat. Ia juga menegaskan jika kenaikan biaya dunia tidak serta-merta dibebankan kepada jemaah.

"Negara datang untuk melindungi jemaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan," imbuhnya.

(ond/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News