Polri-Akademisi Terbitkan 48 Buku Sejak Pusat Studi Kepolisian Dibentuk

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Polri berbareng sejumlah akademisi menulis dan menerbitkan 48 kitab sejak dibentuknya Pusat Studi Kepolisian. Polri menjelaskan puluhan karya ilmiah nan diabadikan menjadi sumber literatur sejak Maret lalu, mencakup beragam keilmuan mengenai keamanan dan kepolisian.

"Karya-karya tersebut mencakup beragam bidang, mulai pengetahuan kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, sumber daya manusia, teknologi, digital policing, hingga persoalan sosial dan pembangunan nasional," jelas Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangan, Kamis (3/9/2016).

Mantan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri ini menekankan tujuan Pusat Studi Kepolisian dibentuk memang sebagai ekosistem akademik kepolisian. Jadi, jelasnya, ruang meleburkan pemikiran-pemikiran tentang keamanan dan kepolisian tak sekadar di forum diskusi, seminar, dan penelitian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pusat studi kudu terus berkarya. Jangan berakhir pada obrolan dan seminar. Hasil penelitian dan pemikiran kudu dituangkan menjadi karya nan dapat dibaca, diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan serta praktik kepolisian," kata Komjen Dedi.

Sebagian dari 48 buku, kata Komjen Dedi, telah dibedah oleh para pengamat dan ahli, dengan tujuan menguji gagasan, memperkaya perspektif, serta menghubungkan isi kitab dengan praktik kepolisian di lapangan. Ia menyampaikan pengembangan pengetahuan kepolisian krusial dalam membangun evidence-based policing.

Evidence-based policing ialah pemolisian nan semakin kuat lantaran keputusan dan kebijakannya didukung oleh data, penelitian, pengetahuan pengetahuan, serta pengalaman empiris. "Kita mau membangun evidence-based policing. Kebijakan kepolisian kudu semakin kuat lantaran didukung pengetahuan pengetahuan, data, penelitian, dan pengalaman empiris. Dari sinilah pusat studi mempunyai peran strategis," tutur Komjen Dedi.

Untuk diketahui, kitab karya Komjen Dedi nan telah terbit dan dibedah sejak Pusat Studi Kepolisian diresmikan di antaranya Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern, Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO, Rekrutmen, Meritokrasi, & Teknologi, Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital, serta Mengawal Pangan Menuai Aman.

"Kehadiran buku-buku tersebut, ditambah pembahasan kritis dari para mahir dan akademisi, memperlihatkan bahwa tradisi akademik di tubuh Polri diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan nan dapat dibaca, dikaji, diuji, dan dimanfaatkan," ungkap mantan Asisten Kapolri bagian Sumber Daya Manusia (SDM) ini.

Dia menambahkan kitab terakhirnya nan dibedah, ditulis berbareng Irjen Anwar dan Irjen Susilo Teguh Raharjo.

Berikut daftar 48 kitab nan menjadi bagian dari ekosistem karya Pusat Studi Kepolisian:

1. Police Governance: Teori, Model dan Reformasi Tata Kelola Pemolisian dalam Sistem Pemerintahan Indonesia - Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.; Irjen Pol. (Purn.) Dr. Umar Effendi, S.I.K., M.Si.; Dr. Riant Nugroho, M.Si.
2. Teori Hukum dan Hukum Pidana Kontemporer Jilid 1 - Dr. Zulkarnein Koto, S.H., M.Hum.; Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum.
3. Teori Kriminologi dan Viktimologi - Dr. Supardi Hamid, M.Si.
4. Kejahatan Lintas Negara - Dr. Supardi Hamid, M.Si., dkk.
5. Masalah Sosial dan Konflik Sosial - Dr. Sutrisno, M.Si.; Dr. Sukarman, Ds., S.S., S.H., M.Si.; Dr. Benny Maringan Saragih, S.H., S.I.K., M.Si.
6. Filsafat Ilmu - Dr. Sutrisno, M.Si.; Dr. Adwin Wibisono, M.I.M.; Dr. Novi Indah Earlyanti, M.Pd.; Dr. Benyamin Lufpi, S.S., M.Hum.
7. Studi Keamanan - Dr. Rendy Ananta Prasetya, S.Sos., S.H., M.H., IJP. (P.); Dr. Umar Effendi, M.Si.; Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si.
8. Manajemen Transportasi - Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si.; Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si.
9. Risk Based Policing - Prof. Dr. Oscarius Yudhi Ari Wijaya, M.Si., M.H., M.M., CLI.
10. Mozaik Polmas Nusantara - Ade Julita Patadungan, S.H., dkk.
11. Administrasi Kepolisian - Dr. Yopik Gani, M.Si.
12. Etika dan Kepolisian - Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.; Dr. Sutrisno, M.Si.
13. Kebijakan Publik - Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
14. Teori Hukum Jilid 2 - Dr. Zulkarnein Koto, S.H., M.Hum.; Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., M.T.C.P.
15. Metodologi Penelitian - Prof. Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., Ak., C.A., CERT.DA.
16. Pengantar MSDM - Dr. Vita Mayastinasari, S.E., M.Si.; Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si.; KBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H.; Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.Si.
17. Kriminologi: Dari Teori ke Jalanan - Dr. Supardi Hamid.
18. Disparitas Pemidanaan dan Pertimbangan Hakim - BJP. Dr. Kif Aminanto, S.I.K., S.H., M.H.
19. Perwira Bhayangkara: Tangguh Mengabdi untuk Negeri - Arel Dewanta Bhara Prabowo, S.Tr.K., M.H.; Ilham Urane Aziz, S.Tr.K., M.H., M.Si.; Meddif Wisudawan Bima Sakti Kusnan, S.Tr.K., M.Si.; dkk.
20. Viktimologi Siber Indonesia - Dr. Supardi Hamid.
21. Memahami Polmas - Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
22. Polmas Kontemporer - Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
23. Radikalisme, Terorisme, dan Deradikalisasi: Teori, Kebijakan, dan Praktik Penanggulangan Terorisme di Indonesia - Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H.; Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, M.M.
24. Ilmu Kepolisian - Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
25. Teori Kepolisian - KBP. Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si.
26. TI dan Komunikasi Kepolisian - Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, M.Si.; Dr. Jarot.
27. Seminar Usulan Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah - Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, M.Si.
28. Pemolisian Digital: Transformasi di Era Akal Imitasi - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, dkk.
29. Transformasi Polri: Narasi Menuju Realita - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, dkk.
30. Polisi Muda & Gen Z - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
31. Transformasi Polri: Keselarasan Citra dan Realita - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
32. Paradigma Berpikir Kritis: Persepsi Polwan Cendekia - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
33. Rasio dan Nurani: Catatan Kritis Polisi Cendekia - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
34. Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
35. Pesawat dari Ostrava: Dinamika Pengadaan Pesawat Berbadan Besar P-7301 - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
36. Infinite Noken: Terajut Asa Terisi Harap - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
37. Strukturasi Logistik Polri - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
38. Slog Polri: Struktur Pendukung Dinamika Organisasi - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
39. Interaksi Agensi Struktur Internasional Policing Polri - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
40. Pendekatan Humanis Merebut Hati Papua - Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
41. Masyarakat Sadar Wisata - Prof. Dr. Chryshnanda DL, M.Si.; Dr. Susilo Teguh R., M.Si.
42. Kisar Pendidikan - Dr. Susilo Teguh R., M.Si.
43. Jejak dan Modernisasi Lemdiklat Polri - Dr. Susilo Teguh R., M.Si.; Ratna Setyawati, S.H., M.Pd.
44. Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern - Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
45. Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO - Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dkk.
46. Rekrutmen, Meritokrasi, & Teknologi - Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
47. Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital - Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.
48. Mengawal Pangan Menuai Aman - Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si.; Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.

"Buku-buku ini jangan hanya tersimpan di perpustakaan. Jadikan sebagai bahan bacaan, referensi, dan kajian bagi personil Polri nan bertugas. Apa nan ditulis oleh para akademisi kudu dapat menjadi bekal bagi personil untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan mengambil langkah nan semakin tepat," pungkas Komjen Dedi.

(aud/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News