Polresta Tanjungpinang tangkap empat pelaku operator gambling online.
, TANJUNGPINANG, – Empat penduduk Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditangkap Polresta Tanjungpinang lantaran berkedudukan sebagai customer service alias operator gambling online nan diduga mengenai dengan jaringan internasional dari Kamboja. Penangkapan berjalan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Cendrawasih, Selasa.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang AKP Wamilik Mabel, para pelaku berinisial MRH, RA, YAP, dan SA terlibat dalam pengelolaan jasa live chat untuk sedikitnya 12 situs gambling online selama lima bulan terakhir. Rumah nan digunakan telah dialihfungsikan menjadi pusat operasional gambling online.
Para pelaku menerima penghasilan bulanan Rp5 juta dengan tambahan bingkisan hingga Rp11 juta jika bekerja lembur. Dana operasional diduga berasal dari seseorang berinisial AS nan berada di luar negeri. Polisi saat ini tengah memburu AS nan dianggap sebagai penyedia biaya utama.
Penyelidikan menunjukkan jaringan ini terkoneksi global, mengingat salah satu pelaku, MRH, sebelumnya bekerja di Kamboja. MRH diduga merekrut penduduk lokal usai kembali ke Indonesia dan membentuk tim admin live chat gambling online di Tanjungpinang.
Keempat pelaku sekarang telah ditahan dan menghadapi ancaman balasan penjara maksimal sembilan tahun berasas UU ITE dan KUHP, serta denda material hingga Rp10 miliar. Barang bukti berupa empat unit laptop, empat ponsel, dan tangkapan layar aktivitas pertaruhan telah diamankan dari lokasi.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·