Polres Rejang Lebong intensifkan patroli pencegahan geng motor.
, REJANG LEBONG, – Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu, mengintensifkan patroli di 15 kecamatan untuk mengantisipasi kemunculan geng motor dan tindakan tawuran nan melibatkan kalangan muda. Langkah ini diambil merespons kejadian golongan motor pemberontak nan meresahkan masyarakat serta mengganggu ketertiban umum di wilayah Provinsi Bengkulu.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady di Mapolres Rejang Lebong, Rabu, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi (iptek) serta media sosial turut memengaruhi pola pergaulan remaja saat ini. Menurutnya, kejadian geng motor dan tawuran massal tidak lagi hanya terjadi di kota-kota besar, melainkan sudah merambah ke tingkat daerah.
"Untuk mencegah perkembangan geng motor maupun golongan pemberontak nan melibatkan anak-anak dan kaum muda, Polres Rejang Lebong telah mengintensifkan patroli rutin dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong," kata Syahrul.
Pembentukan Unit Reaksi Cepat
Sebagai langkah konkret di lapangan, Polres Rejang Lebong tidak hanya mengandalkan patroli berkala dari Satuan Samapta. Pihaknya juga menerjunkan tim unik penindakan nan dinamakan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Rejang Lebong.
"Upaya nan dilakukan Polres Rejang Lebong guna mencegah perkembangan geng motor ini selain meningkatkan patroli dari Samapta, juga membentuk tim unik nan dinamakan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Rejang Lebong," ujarnya.
Peran Penting Orang Tua
Selain penindakan dan patroli oleh aparat, Syahrul mengimbau para orang tua di Kabupaten Rejang Lebong untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah. Ia menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian dan pembimbing di sekolah, melainkan memerlukan peran aktif dari lingkungan keluarga.
"Peranan dari orang tua itu sangat krusial dalam mengawasi anak-anak mereka saat berada di rumah. Awasi dengan ketat agar mereka tidak terlibat dalam geng motor maupun terlibat tawuran," demikian Syahrul.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·