Polisi mengungkapkan terkaparnya seorang wanita berinisial S (46) di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor, diduga akibat dibius melalui minuman kemasan.
“Dibius pakai minuman. Minum air nan ada manis-manisnya, bukan miras (minuman keras),” kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo saat dihubungi, Sabtu (13/6).
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempur Aiptu Rachmat Ismanto menjelaskan, minuman nan diduga digunakan untuk membius korban berada dalam bungkusan botol. Dari info nan tertera pada kemasannya, minuman itu diketahui berperisa jeruk.
“Melalui minuman lah, minuman kemasan. Di botolan kayak gitu. Minuman kayak rasa buah gitu, kayak orange juice gitu,” ujar Rachmat.
Menurut Rachmat, minuman tersebut ditemukan berbareng korban saat korban ditemukan tak sadarkan diri. Korban diketahui terkapar di sebuah saung nan berada di sisi selatan Taman Kaulinan.
“Ditemukan orang nan korbannya itu, ibu itunya di nan dekat Taman Kaulinan,” jelas Rachmat.
Rachmat menduga minuman tersebut telah dicampur obat tertentu sehingga membikin korban kehilangan kesadaran. Namun, dugaan itu tetap belum dapat dipastikan.
“Kemungkinan minumannya sudah disuntik tambahan obat, kita nggak tahu juga ya,” tutur Rachmat.
Korban ditemukan pada Kamis (11/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kata Rachmat, kondisi letak condong sunyi dan minim penerangan.
“Jadi jika pas kejadian itu malam, jika dibilang ramai kayaknya enggak terlalu ramai juga. Kalau malam memang condong sepi. Ditambah penerangan kan agak kurang di situ ya,” ungkap Rachmat.
Sebelumnya, Waluyo menyebut korban diduga berkenalan dengan pelaku melalui media sosial sebelum akhirnya menjadi korban pembiusan. Polisi tetap mendalami identitas pelaku.
“Diduga wanita tersebut berkenalan dengan seseorang di media sosial dan dibius oleh orang nan dikenalnya tersebut, selanjutnya diamankan ke pos park ranger," kata Waluyo dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak family dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi.
Dalam peristiwa tersebut, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan duit tunai sekitar Rp 200 ribu. Polisi tetap melakukan pendalaman mengenai dugaan kasus tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·