Polisi Ungkap Penyebab Bundaran HI tak Lagi Boleh Jadi Titik Demo

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Polisi Ungkap Penyebab Bundaran HI tak Lagi Boleh Jadi Titik Demo Polda Metro Jaya ungkap argumen sterilisasi Bundaran HI dari unjuk rasa.(MI/Usman Iskandar)

POLDA Metro Jaya mengungkapkan bahwa keputusan untuk mensterilkan area Bundaran Hotel Indonesia (HI) dari aktivitas unjuk rasa didasari oleh kajian teknik serta kajian akibat sosial nan mendalam. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas mobilitas dan ekonomi di jantung ibu kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa poros Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin merupakan episentrum utama sirkulasi kendaraan di Jakarta. Menurutnya, konsentrasi massa di titik tersebut berisiko tinggi memicu kelumpuhan lampau lintas total nan berakibat domino hingga ke jalur arteri sekitarnya.

Selain sebagai jalur utama, Bundaran HI sekarang telah berkembang menjadi hub transportasi massal nan sangat strategis. Di letak tersebut terdapat Stasiun MRT Jakarta dan halte integrasi Transjakarta nan melayani ratusan ribu komuter setiap harinya.

"Gangguan pada titik ini dinilai bakal langsung memotong akses transportasi publik penduduk nan hendak bekerja alias beraktivitas," ujar Budi dilansir dari Antara, Jumat (12/6).

Lebih lanjut, kepolisian menekankan bahwa area tersebut merupakan area objek vital ekonomi nasional dan pusat perhotelan internasional. Menjaga keamanan di area ini dianggap krusial demi menjaga gambaran serta perputaran ekonomi nasional.

Budi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bermaksud untuk membungkam aspirasi masyarakat. Polri tetap menghormati kebebasan berekspresi sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, namun pelaksanaannya kudu menghormati kewenangan mobilitas masyarakat luas.

Secara hukum, kebijakan ini merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 232 Tahun 2015 serta Pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998 tentang tanggungjawab menjaga ketertiban umum.

Lokasi Alternatif Unjuk Rasa:

  • Silang Selatan Monas
  • Parkir Timur Senayan
  • Alun-Alun Demokrasi DPR/MPR RI

Pemerintah dan kepolisian telah mengarahkan massa ke tiga letak pengganti tersebut nan dinilai bisa menampung demonstran tanpa melumpuhkan urat nadi transportasi kota. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia