Polisi Ungkap Pengeroyok Anggota TNI AD di Stasiun Depok dalam Kondisi Mabuk

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Polisi menangkap dua pelaku pengeroyokan terhadap personil TNI AD di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat (Jabar). Polisi mengungkap pelaku mabuk saat melakukan pengeroyokan.

"Dapat kami sampaikan memang para pelaku terpengaruh minuman beralkohol," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama, kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Made mengatakan salah seorang pelaku merupakan ahli parkir di Stasiun Depok Baru. Para pelaku mengeroyok korban dengan tangan kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan para tersangka ini adalah orang nan memang biasa sehari-hari ada di Stasiun Depok. Salah satu tersangka merupakan ahli parkir," ujarnya.

Korban mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan dan kondisinya sudah berangsur membaik. Pelaku terancam balasan 5 tahun penjara akibat ulahnya.

"Untuk ancaman pasal, Pasal 262 KUHP dan alias Pasal 466 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara," tuturnya.

Duduk Perkara

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/4), pukul 19.00 WIB, di Stasiun Depok Baru. Saat itu korban menegur seorang ibu nan kasar terhadap anaknya.

"(Korban) Negur ibu kasar ke anaknya," Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat dihubungi wartawan, Minggu (26/4).

Namun sikap dari personil TNI itu tak diterima. Suami ibu tersebut membujuk teman-temannya untuk turut mengeroyok.

"Suaminya ibu itu nggak terima seperti itu, lampau dengan teman-temannya mengeroyok," jelasnya.

Lalu polisi bergerak menyelidiki kasus pengeroyokan tersebut. Dua pelaku penganiayaan saat ini sudah ditangkap, termasuk suami dari ibu nan ditegur.

"Sampai dengan saat ini itu kan dari hasil lidik dan CCTV itu diduga pelaku nan aktif melakukan pemukulan itu 3 orang. Tapi nan kita amankan sudah 2 orang. Kalau berkembang alias besok mudah-mudahan bisa tertangkap pelaku semuanya," kata Made.

(wnv/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News