Polisi tetap menelusuri dugaan tindak pidana dalam kasus penemuan 11 bayi di sebuah rumah orang tua seorang perawat di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Jumat (8/5) lalu.
Bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah nan dibantu persalinannya oleh perawat berinisial ORP nan membuka praktik di Gamping.
Lantaran di Gamping sedang ada hajatan, bayi dititipkan di rumah orang tua ORP di Pakem selama sepekan terakhir. Warga nan berprasangka kemudian melapor ke petugas.
Dari hasil pendalaman polisi, perawat ORP mempunyai izin praktik, tetapi tidak mempunyai izin penitipan anak.
"Hasil rakor kemarin (dengan dinas-dinas), juga mengenai perawat itu juga. Kita perdalam untuk praktik kebidanannya ada izinnya, tapi untuk semacam penitipannya ini belum (ada izinnya)," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi di Polresta Sleman, Senin (11/5).
Sementara soal ada tidaknya tindak pidana penelantaran anak, Wiwit mengatakan pihaknya tetap mengusutnya.
Orang Tua Bayi Bayar Rp 50 Ribu per Hari
Para orang tua bayi ini diketahui bayar Rp 50 ribu per hari selama menitipkan bayinya.
"Nah, itu juga kita perdalam ya, dari unsur penelantaran anak itu bagaimana. Nanti kita perdalam di patokan perundang-undangan apakah masuk penelantaran alias tidak, lantaran mengenai dengan ini, jika penelantaran kan orang tua. Orang tua mengenai dengan ini menitipkan dan dia bayar juga. Artinya, ya untuk penelantaran tetap kita perdalam lagi nanti, apakah masuk alias enggak," katanya.
Wiwit mengatakan sejauh ini tidak ada indikasi mengarah pada perdagangan bayi dalam kasus tersebut.
"Sampai saat ini kita belum menemukan (indikasi perdagangan bayi). Sampai saat ini ke arah itu belum menemukan. Makanya kelak tetap kita perdalam untuk penyelidikannya," katanya.
Polisi telah memeriksa keterangan 11 orang saksi, termasuk perawat ORP, ibu ORP nan berinisial K dan suaminya nan berinisial S, serta seorang pembantu.
K, S, dan seorang pembantu tersebut menjadi pengasuh saat bayi berada di Pakem.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·