Polsek Pasar Kemis, Polresta Tangerang, menyebut pernah menggelar mediasi mengenai kasus tetangga nan menyiram air ke penduduk lain nan hendak berangkat salat. Namun, peristiwa itu kembali terulang hingga membikin penduduk resah.
Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi mengatakan pemanggilan para pihak telah dilakukan pada Rabu (30/4). Dalam pertemuan tersebut, polisi memanggil A (42), laki-laki nan menyiramkan air, sejumlah warga, serta perangkat lingkungan setempat.
"Pada pertemuan itu sudah terjadi kesepakatan dan kerabat A tidak diperbolehkan melakukan penyiraman lagi," kata Humaedi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penduduk resah dengan aktivitas pembuangan air tersebut. Warga pun sempat mendatangi rumah A dan terjadi cekcok. Namun, persoalan itu kemudian diselesaikan di Polsek Pasar Kemis.
Humaedi menyesalkan peristiwa tersebut kembali terjadi baru-baru ini. Bahkan, kejadian terbaru itu membikin cekcok antara penduduk dan A berujung kontak fisik.
"Saudara A mengaku menerima kekerasan hingga membikin laporan ke Polsek Pasar Kemis," ujar Humaedi.
RW Lakukan Mediasi 3 Kali
Sementara itu, Ketua RW 07, Sumardi mengungkapkan pihaknya sudah mencoba melakukan upaya mediasi. Upaya ini dilakukan sejak tahun 2024.
"Kalau kita dari 2024 itu, polanya kita sudah sudah kita lakukan 3 kali. Tiga kali dengan melibatkan Binmas, Babinsa dengan aparatur negara ialah Bapak Lurah Kuta Baru pada saat itu tetap di lurah pejabat Kuta Baru," kata Sumardi ditemui di sekitar letak kejadian, Selasa (2/6).
Sumardi menjelaskan masalah ini berasal dari perselisihan warga. Hal tersebut kemudian berujung pada mediasi nan kemudian melibatkan pihak kepolisian.
"Karena waktu itu ada suatu incident bahwasanya ya perselisihan mengerti lagi. Mereka tetap menyiram air lantaran ada selisih paham. Kita damaikan di wilayah tidak bisa, akhirnya kita fasilitasi dengan jejeran baik itu RT, warga, kita bawa ke Polsek Pasar Kemis untuk mediasi," katanya.
Sumardi menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak berkuasa nan ada di wilayah Kecamatan Pasar Kemis. Dia berambisi pembinaan bakal bisa dilakukan.
"Ya kami tetap koordinasi dengan jejeran di wilayah Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pasar Kemis, melakukan pemanggilan beserta dengan jejeran baik itu dari segi kelurahan, Binmas, Babinsa untuk melakukan pembinaan agar perihal nan dilakukan seperti itu untuk dilakukan perbaikan," katanya.
Sumardi menegaskan pihaknya terbuka jika sang penyiram tetap mau bermasyarakat. Dia berambisi agar sang penyiram bisa bergotong royong.
"Kita tidak muluk-muluk. Kalau tetap masih mau tinggal di sini, mari kita gabung. Karena kan sifat kita itu tidak, tidak menghakimi, tapi kita membujuk kembali mereka untuk bersosial masyarakat sesuai dengan normatif. Di dalam perjanjian pun juga sama. Kita ada gotong royong, mari gotong royong. Kita kan tujuannya seperti itu," jelasnya.
detikcom telah mencoba mendatangi rumah nan diduga menjadi asal penyiraman tersebut. Namun, pemilik rumah menolak untuk memberikan keterangan.
Pelaku Siram Warga dengan Air
Diberitakan sebelumnya, viral video tetangga nan selalu menyiram air nan diduga jejak lap kotoran anjing ke jalan dan ke tetangga nan bakal berangkat salat di Kabupaten Tangerang. Polresta Tangerang bakal mengecek letak kejadian tersebut.
Dalam video viral di TikTok, disebutkan kejadian itu terjadi di wilayah Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Akun tersebut membagikan keresahan atas tindakan tetangga nan disebut selalu menyiram orang nan melangkah ke masjid untuk salat.
Di beberapa videonya, terlihat rekaman CCTV nan menampilkan pemilik rumah, baik laki-laki maupun wanita, menyiram air ke jalan saat jam-jam salat Magrib. Beberapa video menunjukkan ada orang nan terkena siraman.
Di salah satu video, terlihat seorang laki-laki baru pulang dari salat lampau terkena siraman. Pria tersebut menegur, namun tetangga itu malah memakinya.
Di video lain, disebut air nan disiramkan diduga merupakan air jejak mandi anjing dan air jejak lap kotoran anjing.
Kejadian itu disebut telah terjadi selama tiga tahun alias sejak 2023. Akun tersebut juga membagikan video pada November 2023 nan memperlihatkan seorang wanita menyiramkan air ke jalan.
(aik/lir)
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·