Jakarta -
Polda Metro Jaya menjelaskan mengenai tindakan perusakan dan pembakaran nan terjadi di sekitar area Senayan, Jakarta malam tadi. Polisi menyebut bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan ulah golongan perusuh alias pengganggu kamtibmas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan situasi di letak sempat mengalami peningkatan eskalasi pada Kamis (27/8) sore menjelang malam hari. Sebagian massa nan datang, kata dia, bukan lagi nan menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan kericuhan dengan mencoba membakar dan mendorong pagar utama gedung DPR/MPR RI.
"Itu adalah ulah golongan perusuh alias pengganggu kamtibmas," ujar Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Hermanto mengatakan tindakan penyampaian aspirasi dari AMPB Pati selesai pada sore hari dan telah membubarkan diri setelah mereka berjumpa dengan perwakilan DPR. Namun, sekelompok massa datang melakukan tindakan perusakan dan pembakaran di beberapa titik.
Polri sebelumnya telah memberikan peringatan agar massa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan nan mengarah pada perusakan.
"Setelah memandang eskalasi dan mempertimbangkan waktu penyelenggaraan nan sudah memasuki malam hari, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta untuk menjamin aktivitas masyarakat umum tidak dirugikan, Polri mengambil langkah pendekatan secara bertahap," jelasnya.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Polri kemudian melakukan tindakan soft approach berupa penyiraman air menggunakan water cannon untuk membubarkan massa nan tetap melakukan tindakan perusakan dan mengganggu ketertiban di sekitar lokasi.
Budi Hermanto menegaskan pihaknya tidak memberikan ruang terhadap aksi-aksi kekerasan. Tindakan perusakan terhadap akomodasi umum dapat mengganggu ketertiban dan keteraturan sosial serta berakibat terhadap aktivitas dan pelayanan masyarakat.
"Tindakan perusakan tentunya dapat merusak ketertiban dan keteraturan sosial. Hal ini sangat merugikan lantaran ketika fasilitas umum dirusak, pada akhirnya dapat menyebabkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat umum," ungkapnya.
Sementara itu, Budi Hermanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat nan telah bekerja sama dan turut berperan-serta menjaga keamanan serta ketertiban selama rangkaian aktivitas penyampaian aspirasi berlangsung. Ia menegaskan, Polri tetap berkomitmen menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat nan telah bekerja sama dan turut berperan-serta menjaga keamanan dan ketertiban. Kami juga minta maaf jika aktifitas masyarakat sedikit terganggu dan teralihkan semua lantaran keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat nan tetap berada di sekitar letak untuk dapat kembali ke rumah masing-masing, berkumpul berbareng family nan telah menunggu dan kembali beraktivitas dengan nyaman," pungkasnya.
(mea/imk)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·