Surabaya, CNN Indonesia --
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mulai mengusut penyebab kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II, di perairan utara Kabupaten Sumenep.
Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara mengatakan, interogator telah memeriksa tujuh orang saksi sebagai bagian dari penyelidikan awal. Jumlah saksi ini disebut tetap berpotensi bertambah seiring berjalannya proses penyidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Statusnya tetap lidik, penyelidikan baru dimulai. Saat ini sudah ada tujuh saksi nan kami panggil dan periksa," kata Arman, Selasa (11/8).
Polisi bakal menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk menelusuri seluruh rangkaian operasional kapal, mulai dari proses keberangkatan hingga kejadian kebakaran terjadi.
Arman menjelaskan, penyelidikan diawali dari pemeriksaan terhadap kendaraan dan penumpang nan masuk melalui pelabuhan sebelum kapal berangkat. Setiap pihak nan bertanggung jawab dalam proses tersebut turut dimintai keterangan.
"Penyelidikan dimulai dari pemeriksaan kendaraan dan penumpang nan masuk melalui pelabuhan. Setiap penanggung jawab mengenai bakal dimintai keterangan," ujar Arman.
Selain memeriksa saksi, interogator juga membuka kemungkinan menelusuri proses publikasi Surat Persetujuan Berlayar (SPB), memeriksa arsip manifes penumpang maupun muatan kapal, serta meminta keterangan dari korban dan penumpang nan selamat.
Tapi, Arman belum membeberkan identitas maupun latar belakang ketujuh saksi nan telah diperiksa. Ia hanya menyebut seluruh proses pemeriksaan saat ini ditangani oleh Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditpolairud Polda Jatim.
"Jumlah saksi bakal terus berkembang. Harapannya, dari seluruh keterangan nan dikumpulkan, penyebab dugaan kebakaran kapal bisa terungkap secara terang benderang," tuturnya.
Arman menambahkan, interogator turut mengumpulkan sejumlah dokumen, peralatan bukti, dan kebenaran pendukung lain. Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri setiap tahapan operasional kapal dari hulu hingga hilir.
"Semua fakta, mulai dari arsip hingga peralatan bukti lainnya, tetap terus kami dalami. Penyelidikan tidak hanya memandang satu aspek, tetapi seluruh rangkaian nan berangkaian dengan peristiwa kebakaran kapal," ujarnya.
Seperti diketahui, KMP Mutiara Sentosa II dengan tujuan pelayaran Surabaya-Makssar, dilaporkan terbakar hebat, di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8).
Berdasarkan info terkahir Basarnas, Selasa (4/8), sebanyak 238 orang nan ada di kapal tersebut sudah dievakuasi. 233 di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan operasi pencarian dan pengamanan korban kejadian kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi ditutup usai ditemukannya 238 penumpang itu, Selasa (4/8).
Meski demikian, sebanyak empat penumpang KMP Mutiara Sentosa II dilaporkan tetap lenyap usai kapal tersebut terbakar pada Minggu (2/8). Keempatnya adalah Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, dan Abdurrahman.
(frd/fra)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·