Polisi persilakan korban pelecehan oknum pengajar UIN Semarang melapor.
, SEMARANG, – Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, mengimbau mahasiswi korban dugaan pelecehan oleh oknum pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo untuk segera melapor agar kasus tersebut dapat diproses secara hukum. Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan kekerasan seksual nan dianggap masuk kategori delik aduan.
"Karena dugaan kekerasan seksual ini masuk delik aduan, kami persilakan korban untuk melapor agar bisa diproses hukum," ujar Kompol Ni Made Sriniti, Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polrestabes Semarang, Selasa (tanggal tidak disebutkan). Ia menegaskan bahwa proses norma bakal mengedepankan perlindungan identitas, pendampingan, serta penanganan nan profesional.
Polrestabes Semarang bertindak proaktif dengan berkoordinasi berbareng pihak UIN Semarang untuk mengumpulkan info mengenai dugaan tindak pidana tersebut. Pendekatan preventif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan korban menjadi prioritas, termasuk penyediaan akses pendampingan psikologis bagi korban nan mengalami tekanan mental alias trauma.
"Kehadiran kepolisian merupakan corak komitmen Polri dalam memberikan perlindungan sigap terhadap wanita nan diduga menjadi korban tindak kekerasan seksual, sekaligus mencegah akibat psikologis maupun sosial nan lebih luas," tambahnya.
Sementara itu, Kampus UIN Walisongo Semarang tengah melakukan investigasi internal mengenai dugaan pelecehan seksual tersebut. Nur Hasyim, Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo Semarang, menyatakan bahwa proses investigasi dilakukan secara maraton dengan mengedepankan asas keberpihakan pada korban dan profesionalitas. Informasi dari media sosial digunakan sebagai info awal dalam melacak kebenaran di lapangan.
UIN Semarang menegaskan berpegang pada asas prasangka tak bersalah terhadap oknum nan diduga sebagai pelaku pelecehan seksual. Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·