Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi tengah mendalami soal legalitas dari ratusan senjata nan ditemukan di sebuah ruangan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo mengatakan di letak temuan senjata itu, pihaknya juga menemukan dokumen. Kata dia, arsip itu tetap didalami.
"Jadi selain barang-barang nan ditemukan di letak juga ada dokumen. Terkait dokumen-dokumen ini tentunya penyelidik Satreskrim sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman," kata Joko kepada wartawan, Kamis (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum bisa menyampaikan (apakah senjata itu legal alias tidak)," sambungnya.
Joko menerangkan penyelidikan perkara ini berasas laporan nan dibuat oleh pihak yayasan sekolah. Kata dia, pihaknya tetap terus melakukan pendalaman mengenai temuan ratusan senjata tersebut.
Diketahui, pada Juli lampau awalnya ditemukan 995 airsoft gun nan terdiri dari jenis revolver airsoft gun sebanyak 776 dan beberapa jenis pistol airsoft gun. Kemudian juga ada empat pucuk senjata alias senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa dan empat senjata laras panjang pabrikan.
Kemudian, pada Rabu (5/8) juga ditemukan tiga pucuk airsoft gun. Ketiga airsoft gun itu masing-masing berjenis FN90, AK-47 serta M4 Carbine.
"Langkah kami ini TKP di yayasan, info nan kami dapat dari yayasan, kami melangkah berasal dari keterangan pihak yayasan. Dan kemarin sudah ada saksi nan diinterogasi untuk menelusuri tindak lanjut dari temuan ini," tutur Joko.
Sebelumnya, kuasa norma pihak sekolah membeberkan total ada 995 senjata ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Hermawanto selaku kuasa norma pihak sekolah mengatakan saat itu ruangan tersebut dibuka lantaran bakal digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.
"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, nyaris satu bulan nan lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata nan lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis.
Terpisah, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin nan mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun nan ditemukan itu legal dan berizin.
"Intinya semua ada izinnya, nan temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi kemarin.
Alhadid juga menyebut ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di letak itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
Namun, kata Alhadid, lantaran pembina berinisial S ini meninggal bumi pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan.
"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk aktivitas ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya nan berinisial S," ujarnya.
(dis/fra)
[Gambas:Video CNN]
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·