Satnarkoba Polresta Bogor Kota menggagalkan peredaran 18 kilogram narkoba jenis ganja dan 1.000 butir obat keras tertentu jenis double L. Barang terlarang itu diduga hendak dikirim ke Sidoarjo, Jawa Timur, oleh kurir berinisial MDF (35).
"Tersangka inisial MDF, umur 35 tahun, asal Sidoarjo, Jawa Timur. Barang bukti diamankan ialah narkotika jenis ganja seberat 18 kilogram nan dibungkus dalam 17 paket, obat keras tertentu (OKT) jenis double L sebanyak 1.000 butir," kata Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Ali Jupri kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Ali menyebut 17 paket ganja dan 1.000 butir OKT ditemukan di instansi pemasok bus di Terminal Bubulak, Kota Bogor, pada Rabu (2/9) malam. Dia mengatakan petugas pemasok bus awalnya mencurigai isi dalam paket dan melapor ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paket ini didapat dari luar Kota Bogor dan mampir ke Terminal Bubulak melalui sebuah kargo di terminal bis. Selanjutnya, peralatan tersebut atas permintaan seseorang nan tetap dalam pengejaran, bakal dikirim ke Sidoarjo, Jawa Timur," kata Ali.
"Makanya kita mencurigai peralatan ini isinya apa, kita berbareng dengan pemilik kargo tersebut membuka dan rupanya berisi ganja," imbuhnya.
Ali menyebut pihaknya kemudian menangkap MDF di Sidoajo, Jawa Timur. MDF merupakan kurir nan diperintahkan DPO berinisial YS untuk mengambil paket dan bakal dikirim kembali ke pengedar.
"Kita tetap melakukan pengejaran terhadap seseorang nan menyuruh kerabat MDF untuk mengambil peralatan tersebut. Untuk inisialnya kerabat YS, umur sekitar 27 tahun. Kalau sampai peralatan ini lepas, terkirim ke Sidoarjo, dia (MDF) bakal dikasih bayaran sekitar Rp 3,5 juta pengakuannya," kata Ali.
"Dengan penangkapan tindak pidana narkotika jenis ganja dan pil double L ini, Polresta Bogor Kota, khususnya Satuan Reserse Narkoba telah sukses menyelamatkan lebih kurang 108.829 jiwa," imbuhnya.
(sol/haf)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·