Polisi: 4 Pekerja Bak Penampungan Air Tewas di Jaksel Tak Pakai APD

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Jakarta -

Polisi mengungkap temuan lain kasus kecelakaan kerja di sebuah proyek gedung bertingkat di Jagakarsa, Jakarta Selatan, berujung empat pekerjanya tewas. Polisi menyebut para korban tidak dilengkapi dengan perangkat pelindung diri saat proses pekerjaan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, olah TKP pertama dari personil piket nan menangani itu, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan perangkat pelindung diri alias APD," kata Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Indra mengatakan, pihak kepolisian sudah memeriksa mandor hingga pengawas. Polisi juga saat ini tengah mendalami dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak keluarga, kata Indra, menolak untuk dilakukan autopsi. Rencananya, polisi bakal memeriksa pemilik gedung pada Kamis (9/4) untuk mendalami mengenai perizinan dan peruntukan gedung nan sedang dibangun tersebut.

"Untuk saat ini kami belum bisa memastikan untuk bangunannya untuk apa dan tujuannya dibangun untuk apa, lantaran dari pihak pemilik perusahaan baru bakal diperiksa hari Kamis kelak dengan melampirkan surat perizinan dan lain-lain untuk bisa dipastikan mengenai gedung apa tersebut," jelasnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah proyek gedung bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02 RW 02 Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kejadian berasal saat mandor memerintahkan para pekerja untuk menguras gelonteng (penampungan air bersih) berukuran 6x3 meter nan ada di basement.

"Kemudian pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang geloteng dan sempat ditolong oleh rekan kerjanya tapi tidak menggunakan perlengkapan safety," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Saksi pekerja lain nan mengetahui kejadian tersebut kemudian mencoba membantu rekan kerjanya. Mandor lampau meminta tolong saksi lain untuk mengevakuasi korban.

Namun saksi merasa tidak kuat saat mencoba membantu rekannya. Saksi merasakan hawa panas di sekitar gelonteng.

Keempat korban tewas adalah YN (31), M (61), TS (62), dan MF (18). Selain itu, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami sesak napas saat membantu para korban.

Ketiga korban saat ini tetap dirawat di RS Pasar Rebo. Mereka adalah Ujib (42), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63).

(wnv/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News