Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya menyatakan kemungkinan menerima hasil forensik jenazah Sutrimo--sosok nan disebut mantan pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah--pekan ini.
Dengan demikian, harapannya hasil tes forensik itu pun bisa diumumkan ke publik pekan ini.
"Kemungkinan kita menerima hasil di minggu ini dari master forensik. Ini tetap dikomunikasikan dari penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (25/8) dikutip dari detik.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses ekshumasi jenazah Sutrimo telah dilakukan pada Rabu (12/8). Budi mengatakan tim master forensik nantinya bakal menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut pada pekan ini.
"Mudah-mudahan Minggu ini, lantaran nan bekerja adalah lab. Makanya kami juga berambisi kelak setelah hasil lab, tim master forensik nan bakal menyampaikan, mereka-mereka nan expert di bidangnya masing-masing," tutur Budi.
Penyelidikan kasus dugaan kejanggalan kematian Sutrimo saat ini tetap melangkah di Polda Metro. Selain pemeriksaan forensik ke jenazah, total 27 saksi telah dimintai keterangan oleh penyelidik.
"Yang pasti sampai detik ini dalam proses investigasi ada 27 saksi nan diperiksa," ujar Budi.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya berbareng tim master forensik melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada 12 Agustus lalu.
Proses ekshumasi itu berjalan selama kurang lebih 3,5 jam mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.
Dokter forensik menjelaskan info kondisi Sutrimo nan tewas dengan kondisi mulut dan hidung nan berbusa. Polisi juga melakukan swab kepada jasad Sutrimo saat proses ekshumasi dilakukan.
"Memang info nan kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan busa ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada," kata Ketua Tim Dokter Forensik, Prof Yudi, dalam konvensi pers, Rabu kala itu.
"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan langkah men-swab ya, apakah di situ tetap ada sisa-sisa dari nan terkandung dari ini," tambahnya.
Pihak kedokteran forensik selanjutnya melakukan uji lanjut berupa toksikologi hingga pemeriksaan lainnya. Yudi mengatakan jenazah Sutrimo sudah dalam kondisi pembusukan lantaran sudah tiga pekan dimakamkan.
"Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya," ujarnya.
Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan sudah meninggal dunia.
Belakangan kematian Sutrimo itu dirasa janggal, lampau dilaporkan pihak family ke kepolisian di Banyumas. Dari Banyumas, laporan itu diteruskan ke Polda Metro Jaya.
Dan, akhirnya Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo di kampung halamannya.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(tim/kid)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·