Polda Sumsel Uji Kesiapan Personel Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Polda Sumsel Uji Kesiapan Personel Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Polda Sumsel uji kesiapan personel antisipasi gangguan Kamtibmas (Foto: Ari Sandita/Okezone)

JAKARTA - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan Simulasi Sistem Pengamanan Kota alias Sispamkota Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan operasional personel menghadapi beragam potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan berjalan di Lapangan Shooting Range Jakabaring Sport City Palembang, pada Jumat 10 April 2026 pukul 09.30 WIB dipimpin Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. 

Simulasi ini dihadiri Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, para pejabat utama Polda Sumsel, Kapolres jajaran, Kabagops, serta Kasat Samapta dari seluruh wilayah norma Polda Sumsel. Kehadiran unsur ketua dari tingkat Polda hingga Polres menunjukkan kesungguhan lembaga dalam membangun standar keahlian operasional nan seragam dan terukur.

Rangkaian aktivitas diawali dengan gladi bersih, dilanjutkan apel nan dipimpin Wakapolda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan peragaan simulasi di lapangan. Setelah itu, aktivitas ditutup dengan pertimbangan serta pengarahan dari Dansat Brimob, Karo Ops, dan Wakapolda Sumsel. Seluruh rangkaian aktivitas melangkah tertib dan lancar.

Pelaksanaan Sispamkota 2026 menjadi kelanjutan dari program peningkatan kapabilitas sumber daya manusia nan sebelumnya dilaksanakan melalui training penggunaan kekuatan berbasis etika dan HAM. Kedua aktivitas ini saling melengkapi dalam membentuk personel Polri nan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mempunyai integritas dan pemahaman etika nan kuat.

Simulasi ini mengintegrasikan beragam aspek penting, mulai dari strategi pengendalian massa, koordinasi lintas satuan, hingga respons sigap terhadap situasi darurat. Dengan demikian, seluruh personel mempunyai standar keahlian nan sama dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan secara ahli dan proporsional.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan, penggunaan kekuatan dalam tugas kepolisian kudu selalu menjadi pilihan terakhir dan dilakukan secara terukur.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com