Polda Sumsel Bongkar Sindikat Peretas Dana BOS SMAN 2 Prabumulih, Kerugian Nyaris Rp1 Miliar

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Polda Sumsel Bongkar Sindikat Peretas Dana BOS SMAN 2 Prabumulih, Kerugian Nyaris Rp1 Miliar

Polda Sumsel Bongkar Sindikat Peretas Dana BOS SMAN 2 Prabumulih, Kerugian Nyaris Rp1 Miliar (Ist)

PALEMBANG — Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera membongkar sindikat illegal access nan membobol biaya support operasional sekolah (BOS) SMA Negeri 2 Prabumulih, Sumatera Selatan. Dari tindakan peretasan akun Si-BOS tersebut, para pelaku menggasak duit negara senilai Rp 942.802.770.

Empat pelaku nan ditangkap adalah berinisial AT (27) pelaku utama alias penyelenggara peretasan, DN (26) koordinator rekening penampung, MS (37) dan AA (44) sebagai penyedia rekening penampung hasil kejahatan.

“​Secara akumulatif, total biaya pendidikan nan sukses digelapkan oleh sindikat ini menyentuh nomor Rp942.802.770 (hampir Rp1 miliar),” kata Dirreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Doni Satrya Sembiring kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Dari hasil penyidikan, diketahui para pelaku melancarkan tindakan peretasan dan pencurian biaya pendidikan ini dalam dua tahap ialah pada ​17 Desember 2025, pelaku meretas sistem dan menarik biaya BOS secara terlarangan sebesar Rp344.802.770. 

Kemudian pada ​20 Januari 2026, sindikat ini kembali membobol sistem dan menguras biaya sebesar Rp598.000.000 (dari total biaya masuk Rp637.500.000).

Doni menjelaskan, komplotan ini membobol sistem keamanan menggunakan metode brute force.

​“Para tersangka melakukan percobaan menebak username dan password secara berulang dan masif hingga sukses menjebol sistem SIBOS. Begitu mendapat akses, pelaku langsung memindahkan biaya pendidikan tersebut ke sejumlah rekening penampung nan sudah disiapkan,” ujarnya.

Dia menegaskan, pengejaran belum berhenti. "Kami tetap memburu dua pelaku lain dalam jaringan ini nan sekarang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Kasus ini adalah atensi prioritas lantaran mereka merampas biaya nan semestinya digunakan untuk masa depan pendidikan anak-anak kita," tuturnya. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com