Polda Metro Periksa Model AWS soal Ngaku Jadi Korban Begal

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi Polda Metro Jaya. Foto: Wella Eriska/Shutterstock

Polda Metro Jaya memeriksa model berinsial AWS pada Kamis (21/5). Ia dimintai keterangan lantaran mengaku menjadi korban pemalak nan belakangan diketahui tidak betul terjadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya agenda pemeriksaan terhadap model tersebut.

“Iya, di (direktorat) siber dalam rangka penjelasan nan bersangkutan,” kata Budi saat dikonfirmasi.

Pantauan di lokasi, AWS keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan mengenakan hoodie biru dan celana cokelat. Ia tampak didampingi oleh kerabatnya.

Saat dihampiri oleh awak media, AWS memilih untuk bungkam. Tak lama berdiri di depan wartawan, AWS mendadak menangis tersedu-sedu sebelum akhirnya dituntun oleh kerabatnya untuk masuk ke dalam mobil.

Polisi Pastikan Narasi Begal Hanya Iseng

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat memberikan keterangan pers mengenai pembaruan sejumlah rumor di Polda Metro Jaya pada Jumat (8/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memastikan bahwa info nan beredar di media sosial mengenai model AWS nan disebut kritis akibat menjadi korban pemalak di area Kebon Jeruk, Jakarta Barat, adalah tidak benar.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, AWS bukanlah korban tindak pidana pembegalan maupun kejahatan lainnya. Cerita tersebut sengaja dibuat lantaran usil serta untuk mengglorifikasi maraknya kasus pemalak nan belakangan ini sedang viral di media sosial.

Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pendalaman berbareng Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Satres PPA PPO Polres Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, serta melibatkan UPT P3A, tim psikologi, dan Dokkes Polda Metro Jaya.

“Yang berkepentingan bukanlah menjadi korban pemalak ataupun tindakan pidana lainnya,” kata Budi dalam bertemu pers di Polda Metro Jaya, Rabu (20/5).

Dari hasil pendalaman mendalam tersebut, polisi sukses mengungkap dua motif utama di kembali ketidakejujuran nan dilakukan oleh AWS.

“Apa motifnya? nan pertama lantaran iseng, nan kedua mau mengglorifikasikan beberapa kejadian viral tentang begal,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan