Polda Metro Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp36 M di Tangsel

Sedang Trending 13 menit yang lalu
Daftar Isi

Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah kebenaran baru mengenai produksi uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 360 ribu lembar dengan nilai mencapai Rp36 miliar di wilayah Tangerang Selatan.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan duit tiruan tersebut dicetak menggunakan model alias cetakan duit rupiah emisi 2016.

"Yang digunakan adalah cetakan tahun 2016. Karena ada perbedaan antara tahun 2022 dengan tahun 2016, semua sama, cetakan pakai 2016," kata Victor kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Victor memastikan ratusan ribu lembar duit tiruan tersebut belum sempat beredar di masyarakat. Namun, polisi tetap mendalami keterangan para tersangka untuk mengetahui rencana pengedaran duit tersebut.

"Barang ini belum beredar, tapi kelak bakal kita dalami lantaran ini tetap dari keterangan para tersangka," ujarnya.

Polisi Telusuri Jaringan Lain

Penyidik juga tetap mendalami kemungkinan jaringan tersebut berangkaian dengan kasus produksi duit tiruan nan pernah diungkap sebelumnya.

Victor mengatakan hingga sekarang belum ditemukan keterkaitan antara jaringan nan diungkap di Tangerang Selatan dengan jaringan lainnya. Meski demikian, penyelidikan tetap terus dilakukan.

Menurut Victor, sindikat tersebut mempunyai dua jalur distribusi. Jalur pertama berasal dari pihak nan memberikan modal alias memerintahkan produksi. Pihak tersebut diduga mempunyai tempat dan jaringan tersendiri untuk mengedarkan duit palsu.

Sementara jalur kedua berasal dari golongan nan memproduksi duit palsu. Kelompok tersebut juga diduga mempunyai jaringan pengedaran sendiri.

"Jadi tidak hasil dari 360 ribu lembar ini diarahkan kepada satu sumber, tetapi pada dua sumber nantinya," jelasnya.

Polisi menduga motif utama sindikat tersebut adalah mencari untung ekonomi. Berdasarkan penyelidikan sementara, terdapat skema pertukaran tiga lembar duit tiruan dengan satu duit asli.

"Dari tiga duit tiruan itu sebanding dengan satu duit asli. Ya, alias kita bilang 3 banding 1. Jadi itu nan diambil untung dari situ," kata Victor.

Rencana setor duit tiruan ke bank

Polisi juga memperoleh info bahwa duit tiruan tersebut rencananya bakal dimasukkan alias didepositokan melalui salah satu bank swasta.

Modus nan diduga bakal digunakan ialah mencampurkan duit original dengan duit palsu.

"Biasanya dicampur, ya, antara original dan tiruan bakal dicampur," tuturnya.

Rencana tersebut sekarang menjadi salah satu konsentrasi investigasi untuk mengungkap pihak lain nan diduga terlibat dalam jaringan produksi maupun distribusi.

Selain mengamankan 360 ribu lembar duit palsu, polisi menyita beragam peralatan nan diduga digunakan untuk memproduksi duit tersebut.

Nilai seluruh peralatan produksi nan ditemukan di letak diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Peralatan tersebut antara lain mesin offset dan sejumlah perangkat pendukung lainnya.

"Total itu Rp1 miliar. nan kami lihat memang cukup besar," ujar Victor.

AB diduga otak sindikat

Dalam kasus ini, polisi menyebut AB sebagai pihak nan memberikan pesanan kepada tiga orang lainnya nan diduga bekerja memproduksi duit palsu.

Victor menyebut AB diduga menjadi otak di kembali produksi tersebut.

"Yang memberi order ini menjadi otak, ya. Karena inisial AB memberi order daripada tiga ini," katanya.

AB diduga telah menyiapkan sarana produksi sejak sekitar empat bulan sebelum pengungkapan. Dia juga diduga memberikan duit muka alias DP untuk mendukung aktivitas produksi duit tiruan tersebut.

Polda Metro Jaya tetap mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya pihak lain nan terlibat dalam jaringan produksi dan distribusi.

Victor mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermulai dari info masyarakat.

"Kami terus berambisi polisi tidak melangkah sendirian, tetapi kita bisa melangkah berbareng masyarakat untuk melakukan pengungkapan kasus dalam rangka penegakan hukum," katanya.

(arl/agt)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional