Polda Metro Buka Posko di RSUD Bekasi, Kawal Pelayanan Korban Kecelakaan KA

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Bekasi - Polda Metro Jaya membuka posko pelayanan di RSUD Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Kehadiran polisi di letak untuk memastikan proses pelayanan medis terhadap para korban melangkah dengan baik.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan personel kepolisian disiagakan di posko tersebut untuk membantu kelancaran pelayanan di rumah sakit.

"Kami memastikan seluruh proses penanganan korban melangkah optimal. Personel datang untuk mendukung kelancaran pelayanan medis, sekaligus memberikan rasa kondusif bagi family korban," ujar Kusumo dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Kombes Kusumo mengatakan posko tersebut bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat dalam situasi darurat.

"Prinsipnya, kami datang untuk melayani. Korban dan family kudu mendapatkan pendampingan nan baik, sementara situasi di rumah sakit tetap kami jaga agar kondusif," imbuhnya.

Tercatat hingga saat ini sebanyak 22 korban tetap menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Polisi turut membantu pengaturan situasi di area rumah sakit serta memfasilitasi kebutuhan family korban.

Penyebab Kecelakaan Diusut

Sementara itu, Polda Metro Jaya saat ini tetap menyelidiki penyebab kecelakaan nan melibatkan taksi Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo tersebut. Pihak kepolisian tetap mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan aspek kelalaian manusia ataupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

"Kami bakal dalami apakah ini terkait human error alias ada hambatan sistem. Semua bakal ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, peralatan bukti, dan hasil olah TKP," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengemudi taksi Green SM dan masinis KRL dan KA Argo Bromo guna memperjelas kronologi peristiwa tabrakan nan mengakibatkan 16 korban meninggal dunia.

"Pemeriksaan terhadap pengemudi taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut," ujar Budi.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News