Polda Kalsel Tetapkan Lima Tersangka Pelaku Karhutla

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Polda Kalsel Tetapkan Lima Tersangka Pelaku Karhutla Ilustrasi(Istimewa)

POLDA Kalimantan Selatan menetapkan lima orang tersangka perseorangan dan tengah menyelidiki sejumlah korporasi mengenai kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Dalam tiga hari terakhir kualitas udara di Kalsel terutama wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya berada pada level berbahaya.

"Saat ini ada lima orang nan telah kita tetapkan sebagai tersangka mengenai Karhutla ini. Para tersangka terbukti melakukan pembakaran untuk membuka lahan dan adapula nan tidak sengaja membakar sampah kemudian api meluas. Polda juga tengah menyelidiki keterlibatan sejumlah korporasi mengenai kebaran di areal konsesi perusahaan," ungkap Karo Operasional Polda Kalsel, Kombes Eko Irianto, saat Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla di Kalsel nan dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq di Dinas Kehutanan Kalsel, akhir pekan lalu.

Dikatakan Eko, ada indikasi kasus kebakaran nan terjadi sebagian disebabkan aspek kesengajaan. Ini terlihat dari titik api nan banyak muncul setiap akhir pekan. Hingga sekarang Karhutla di Kalsel terus berjalan dengan 3.220 kali kejadian dengan perkiraan luasan rimba dan lahan terbakar mencapai  21.414 hektare.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat Karhutla terus meluas dan terjadi di nyaris seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Sementara upaya pemadaman kebakaran menghadapi hambatan minimnya personel dan semakin terbatasnya sumber air akibat kemarau. Kondisi ini salah satunya menimbulkan akibat kabut asap dan menyebabkan semakin buruknya kualitas udara.

Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, mencatat konsentrasi partikulat PM2.5 pada jam 00.00 Wita hingga 09.00 Wita di Kalsel dalam tiga hari terakhir berada pada kategori Sedang hingga Berbahaya. Kategori Berbahaya terjadi pada pukul 03.00 Wita hingga 08.00 Wita, dengan konsentrasi tertinggi sebesar 925.3 µg/m³ di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurafiq menegaskan perlunya penegakan norma nan tegas dan penertiban tata ruang. Khususnya di area hidrologis gambut Maluka sekitar Bandara Syamsudin Noor dengan ribuan hektare lahan gambutnya sudah rusak parah dan sebagian beranjak fungsi.

"Jika tidak ada upaya serius dalam penegakan patokan maka setiap tahun kita bakal mengalami karhutla saat tandus dan banjir saat musim hujan. Ini lantaran ribuan hektare gambut di area tersebut sudah rusak parah dan hingga sekarang tetap terbakar," tegasnya. 

Saat ini area gambut nan cukup susah ditangani adalah area Pengayuan, wilayah selatan Kota Banjarbaru berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut. Di area ini tidak ada sumber air, sehingga pemadaman menghadapi kendala. (DY/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia