Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Kalimantan Selatan menggunakan cairan tepung untuk meningkatkan efektivitas upaya memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut di Banjarbaru, khususnya mencakup area prioritas seperti airport guna mencegah akibat kabut asap nan mengganggu penerbangan.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan tindakan mereka tak lepas dari support dan pengarahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Atas support dan pengarahan bapak Kapolri, kami melakukan pengetesan formula serbuk tepung nan dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api," kata Rosyanto, Jumat (28/8) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda mengungkapkan cairan campuran tepung itu support langsung dari Mabes Polri di Jakarta.
Dia menerangkan penemuan pemadam karhutla itu berbasis pati singkong (tepung ubi) nan dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan unsur pembasah untuk menghalang perambatan api.
Adapun langkah kerjanya, air dalam campuran berfaedah menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar di vegetasi.
Sementara pati singkong membantu meningkatkan adhesi agar cairan memperkuat lebih lama di permukaan tanah sehingga membasahi lahan secara merata.
Selain itu, Polda Kalsel bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah menerapkan metode suntik gambut ialah penyuntikan air langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter.
Adapun air nan disuntikkan berupa air dicampur busa untuk pemasok pembasah.
Rosyanto menyebut hasil uji coba menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan dengan area sekitar radius satu meter dari titik suntik menjadi dingin dan sumber api bawah tanah.
Saat ini Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel membantu pengembangan dan penggandaan formula cairan pembasah tersebut.
"Saya sasaran dapat diproduksi dan digunakan secara lebih luas mulai hari ini khususnya melakukan pembasahan lahan gambut di tiga wilayah prioritas ialah Guntung Damar, rimba lindung Liang Anggang dan Pengayuan," kata Yudha.
(antara/kid)
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·