Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bisa melampaui sasaran pada akhir tahun 2026. Untuk tahun ini, sasaran PNBP sektor ESDM sebesar Rp 136,18 triliun.
Tercatat, realisasi PNBP Kementerian ESDM sebesar Rp 138,40 triliun sepanjang 2025. Jumlah itu setara dengan 108,56% dari sasaran nan ditetapkan tahun 2025 sebesar Rp 127,48 triliun.
Realisasi penerimaan bersambung pada 2026. Hingga Juli, PNBP Kementerian ESDM telah mencapai Rp 96,26 triliun alias 70,69% dari sasaran tahun 2026. Menurut Purbaya, capaian saat ini sudah berada di jalur nan tepat dan berpotensi memberikan surplus bagi pendapatan negara.
"(PNBP ESDM) harusnya lebih kita dorong-dorong Pak Bahlil bisa lebih dari 100%," ujar Purbaya ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Bak gayung bersambut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut memastikan PNBP sektor ESDM bisa lebih dari sasaran untuk tahun ini. Hal itu diperhitungkan melalui PNBP baik dari sektor minyak dan gas bumi (migas) maupun sektor mineral dan batu bara (minerba).
"Insyaallah sasaran PNBP dari sektor minerba maupun dari migas di akhir tahun pasti bakal lebih. Udah saya pastikan pasti bakal lebih," ujar Bahlil dalam kesempatan nan sama.
Bahlil menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dalam mengelola beragam pos pendapatan negara. Menurutnya, peran Kementerian ESDM di sisi PNBP sangat krusial untuk mendukung upaya Kementerian Keuangan dalam meningkatkan total pendapatan nasional secara keseluruhan.
"Kita ini jika Kementerian Keuangan sama Kementerian ESDM itu kan dua kementerian nan mempunyai hubungan kerja erat gitu ya. Saya di bagian PNBP-nya, kemudian Pak Menteri (Purbaya) di bagian peningkatan pendapatannya," tambah Bahlil.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·