Pemain Barcelona Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat parade seremoni kemenangan klubnya(Sosial media X)
PERDANA Menteri Spanyol Pedro Sanchez memihak bintang Barcelona Lamine Yamal setelah nan mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara La Liga nan memicu kecaman dari Israel.
Aksi Lamine Yamal terjadi saat parade bus terbuka Barcelona pada Senin (11/5) waktu setempat untuk merayakan gelar La Liga kedua secara beruntun. Pemain berumur 18 tahun itu terlihat membawa bendera Palestina di tengah perayaan.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengecam tindakan Lamine Yamal dan menudingnya menghasut kebencian terhadap negaranya.
"Saya berambisi klub besar dan dihormati seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan tersebut dan menjelaskan dengan tegas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan alias support terhadap terorisme," kata Katz dikutip dari AFP.
Sanchez nan selama ini dikenal sebagai pengkritik keras operasi militer Israel di Gaza langsung memihak Lamine Yamal. Ia sebelumnya juga menyebut perang Israel melawan Hamas di Gaza sebagai "genosida".
"Mereka nan menganggap mengibarkan bendera sebuah negara sebagai 'hasutan kebencian', entah sudah kehilangan logika sehat alias telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri," kata Sanchez.
"Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina nan dirasakan jutaan penduduk Spanyol. Itu menjadi argumen lain untuk bangga kepadanya," lanjut Sanchez.
Dukungan Lamine Yamal terhadap Palestina mendapat perhatian di Gaza. Sejumlah seniman di kamp pengungsian wilayah tersebut melukis mural nan menggambarkan Yamal tengah mengibarkan bendera Palestina di atas puing bangunan.
Pelatih Barcelona Hansi Flick mengaku tidak menyukai tindakan Lamine Yamal, tetapi tetap menghormati keputusan sang pemain. "Saya tidak menyukainya, tetapi jika dia mau melakukannya, itu adalah keputusannya," ujar Flick. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·