PM Singapura Umumkan Bantuan SGD 70 Ribu per Anak hingga Cuti Pengasuhan 12 Hari

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Ilustrasi pelajar di Singapura. Foto: Shutterstock

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan sejumlah perubahan kebijakan untuk mendukung family dan mempersiapkan Singapura menghadapi masa depan.

Dikutip dari The Straits Time, kebijakan tersebut mencakup pemberian libur pengasuhan anak hingga 12 hari bagi orang tua nan bekerja, support finansial nyaris SGD 70.000 alias sekitar Rp 975,73 juta (dengan kurs Rp 13.939 per dolar Singapura) untuk setiap anak, hingga rencana menggabungkan sejumlah pulau mini di wilayah selatan Singapura.

Pengumuman tersebut disampaikan Wong dalam pidato National Day Rally pada Minggu (23/8).

Ilustrasi kereta MRT Singapura. Foto: i viewfinder/Shutterstock

Cuti 12 Hari bagi Ortu Bekerja

Wong mengatakan, pemerintah Singapura mau memberikan support kepada orang tua secara lebih konsisten sepanjang perjalanan membesarkan anak, perihal ini di luar support pada masa kelahiran anak.

Setiap orang tua nan bekerja bakal mendapatkan libur pengasuhan anak selama 8 hingga 12 hari, tergantung jumlah anak berumur 12 tahun ke bawah nan dimiliki. Rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut bakal diumumkan kemudian.

Bantuan SGD 70.000 per Anak

Setiap anak WN Singapura bakal mendapatkan support finansial langsung nyaris SGD 70.000. Selain itu, biaya penitipan anak penuh waktu bakal diturunkan menjadi SGD 150 per bulan pada 2030.

Di sektor perumahan, Wong mengatakan pemisah pendapatan untuk mendapatkan apartemen Build-to-Order (BTO) bakal dinaikkan menjadi SGD 16.000, sementara pemisah pendapatan untuk executive condominium menjadi SGD 18.000.

Langkah tersebut bermaksud memastikan sebagian besar pasangan penduduk Singapura tetap dapat mengakses perumahan publik bersubsidi.

Keluarga nan mengusulkan apartemen pertama juga bakal mendapat kesempatan undian tambahan untuk setiap anak nan mereka miliki alias sedang mereka nantikan kelahirannya.

Wong mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian pertama dari rekomendasi golongan kerja nan bermaksud mengubah pendekatan Singapura terhadap pernikahan dan menjadi orang tua.

Kelompok kerja tersebut dipimpin menteri di Kantor Perdana Menteri Indranee Rajah dan dibentuk pada April setelah tingkat fertilitas total (TFR) Singapura turun ke level terendah baru sebesar 0,87 pada 2025.

“Kami mau setiap family tahu: jika Anda memilih untuk mempunyai anak, pemerintah bakal berdiri berbareng anda. Kami bakal memberikan lebih banyak dukungan,” kata Wong dikutip dari The Straits Time pada Senin (24/8).

Ilustrasi family di Singapura. Foto: imtmphoto/Shutterstock

Merger Pulau untuk Industri hingga Pertahanan

Dalam jangka panjang, Wong membeberkan rencana nan bakal menciptakan lebih banyak lahan dan pilihan bagi generasi penduduk Singapura di masa depan.

Dia mulanya menceritakan gimana Pulau Jurong dibangun dan dikembangkan menjadi pusat daya dan bahan kimia global. Wong lantas mengatakan Singapura berencana menggabungkan sejumlah pulau mini di lepas pantai selatan, termasuk Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong, menjadi sebuah pulau baru di bagian barat.

Pulau baru tersebut dapat menjadi support bagi akomodasi manufaktur maju, menampung prasarana pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan Singapura di masa depan, sekaligus mendukung kebutuhan pertahanan.

Sebuah jalur penghubung baru juga bakal dibangun untuk menghubungkan Pulau Jurong dengan pulau baru di bagian barat tersebut.

Singapura juga bakal mengkaji kepantasan pembangunan terowongan bawah laut nan menghubungkan Pulau Tekong dengan daratan utama. Selain itu, pemerintah bakal mereklamasi untuk mengintegrasikan pulau resor Sentosa dengan Pulau Brani nan berada di dekatnya.

Wong mengatakan, rencana tersebut memerlukan sumber daya, perencanaan, dan investasi nan dilakukan oleh sejumlah pemerintahan dalam jangka panjang.

“Para perintis kami membangun Pulau Jurong jauh sebelum siapa pun dapat memandang bakal menjadi seperti apa pulau tersebut. Mereka merencanakan dan membangunnya untuk generasi kami, dan sekarang kami bakal melakukan perihal nan sama untuk generasi setelah kami,” tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan