Penyebab Muncul Ruam Berbentuk Cacing di Kaki Anak setelah Main di Rumput

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Anak kemasukan cacing di kakinya. Foto: Dok. Istimewa

Seorang anak mengalami ruam merah setelah bermain tanpa dasar kaki di rumput kebun sebuah apartemen di Jakarta. Cerita ini dibagikan oleh ibunya di media sosial dengan @gabyaw7. Sang ibu cerita, awalnya anaknya hanya mengalami ruam, tapi lama kelamaan ruam tersebut berubah corak seperti cacing.

Sang ibu pun membawa anaknya anaknya ke master ahli kulit dan master ahli anak. Setelah diperiksa, master mendiagnosis Cutaneous Larva Migrans (CLM), ialah jangkitan parasit akibat larva cacing tambang nan umumnya menginfeksi anjing alias kucing. Apa maksudnya?

Ciri-ciri Anak Terkena CLM

Anak kena cutaneous larva migrans (CLM). Foto: Dok. Istimewa

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), parasit larva cacing ini biasanya berasal dari feses hewan seperti kucing dan anjing.

“Meski rumputnya terlihat bersih, kita nggak tahu apakah sebelumnya ada anjing alias kucing nan buang kotoran di situ. Kotoran tersebut bisa membawa telur cacing nan kemudian menetas menjadi larva dan masuk ke kulit saat anak bermain tanpa alas,” jelas dr. Reza pada kumparanMOM, Kamis (20/8).

CLM biasanya ditandai dengan ruam kemerahan nan bentuknya berkelok-kelok seperti ular. Ruam ini paling sering muncul di kaki alias tangan dan dapat menimbulkan rasa gatal sehingga membikin anak tidak nyaman.

"Larva dapat masuk ke lapisan kulit dan terus beranjak alias menjalar. Namun, larva tersebut tidak dapat berkembang menjadi cacing dewasa di dalam tubuh manusia lantaran ini adalah cacing nan menyerang hewan," kata dr. Reza.

Tetapi lesi nan ditimbulkan saat menyerang manusia ini nan membikin tidak nyaman meski umumnya bakal lenyap dalam beberapa hari.

“Meski begitu, anak sebaiknya tidak terus-menerus menggaruk area nan gatal. Garukan dapat menyebabkan luka pada kulit dan meningkatkan akibat jangkitan sekunder, ini nan berbahaya,” jelas dr. Reza.

Jika sudah muncul rasa gatal dan kemerahan berkelok-kelok, segera periksakan ke master anak alias master kulit, ya, Moms.

Meski demikian, bukan berfaedah anak kudu dilarang bermain di rumput. nan terpenting, orang tua kudu lebih memerhatikan kebersihan dan keamanan area bermain.

“Beberapa perihal nan dapat dilakukan antara lain menggunakan dasar kaki saat anak bermain di luar, menggunakan tikar untuk aktivitas sensory play, serta menghindari area nan banyak anjing alias kucing berkeliaran,” pesan dr. Reza.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan