
Film 'Lobang Buaya' resmi tayang di bioskop. (Foto: dok Lobang Buaya)
JAKARTA — Film horor-misteri, Lobang Buaya resmi meneror layar lebar di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (1/10/2026) nan akhirnya menjawab rasa penasaran publik. Kolaborasi rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Film ini menyuguhkan kisah pembunuhan berantai berlatar satu tahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 30 September 1965.
Cerita berpusat pada penugasan Letnan Soegeng (diperankan oleh Baskara Mahendra) nan dikirim untuk mengusut serangkaian pembunuhan biadab di Desa Lobang Buaya. Kasus ini menghadirkan misteri ganjil lantaran eksekusi maut selalu terjadi tepat pada tanggal 30 sepanjang tahun 1964.
Situasi kian mencekam ketika saksi mata kerap memandang penampakan sesosok arwah wanita berpunggung bolong di setiap letak pembantaian. Penonton diajak memecahkan teka-teki: apakah teror ini murni ulah entitas supernatural, alias ada dalang berdarah dingin nan jauh lebih sadis di kembali rentetan tragedi tersebut?
Bukan Horor Biasa: Penonton Gala Premiere Akui Terjebak Rentetan Plot Twist
Daya tarik utama movie besutan sutradara Hanung Bramantyo ini terbukti saat gala premiere di Epicentrum XXI. Sejumlah penonton dan figur perfilman nan telah menyaksikan lebih dulu sepakat bahwa kekuatan Lobang Buaya bukan sekadar penampakan seram alias investigasi pembunuhan berantai, melainkan struktur cerita dengan multi plot twist nan mewajibkan penonton duduk terpaku hingga detik terakhir demi menemukan dalang sesungguhnya.
Aktor Dennis Adhiswara secara blak-blakan membagikan pengalamannya nan berulang kali terkecoh oleh skenario film. “Dugaan saya selalu salah, lantaran rupanya plot twist-nya berlipat! Udah kayak kembang bank ya, berlipat-lipat!” ucap Dennis sembari tertawa kagum usai menyaksikan pemutaran perdana.
Aktor kenamaan Reza Rahadian turut memuji keberanian Hanung Bramantyo meramu latar sejarah ke dalam formula fiksi misteri nan segar.
“Filmnya seru, menegangkan! Dan memberikan perspektif nan seru dan asik. Mas Hanung memberikan interpretasi nan berbeda, dengan latar belakang sebuah peristiwa besar tapi dengan angle nan berbeda. Jadi nontonnya kaget, rupanya dibawanya ke sana!” tutur Reza.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·