Viral, Balita Berusia 24 Bulan Jalani Eutanasia Pertama di Belanda

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Viral, Balita Berusia 24 Bulan Jalani Eutanasia Pertama di Belanda

Balita Berusia 24 Bulan Jalani Eutanasia Pertama di Belanda. (Foto: Freepik)

SEBUAH kisah viral di media sosial soal balita berumur 24 bulan jalani Eutanasia pertama di Belanda usai alami sakit parah. Kasus ini menjadi perhatian lantaran anak tersebut merupakan pasien anak pertama nan diketahui menjalani eutanasia berasas ekspansi patokan eutanasia Belanda untuk anak-anak berumur 1 hingga 12 tahun.

Sebelumnya, pemerintah Belanda pada Juni lampau mengungkap bahwa seorang anak telah menjalani eutanasia pada 2025. Namun, saat itu pemerintah tidak memberikan info mengenai usia anak maupun penyakit nan dideritanya. Detail mengenai kasus itu muncul dalam laporan resmi pemerintah nan diterbitkan bulan ini.

Balita 4

1. Apa Itu Euntanasia?

Dilansir dari NHS, eutanasia adalah tindakan medis nan secara sengaja mengakhiri kehidupan seseorang untuk mengakhiri penderitaan berat nan tidak dapat disembuhkan alias dikurangi secara memadai. Eutanasia dilakukan berasas patokan norma serta prosedur medis tertentu.

Belanda merupakan salah satu negara nan mengizinkan eutanasia dengan persyaratan norma nan ketat. Dokter kudu memenuhi sejumlah kriteria kehati-hatian dan setiap kasus wajib dilaporkan serta diperiksa oleh lembaga peninjau.

2. Lahir Prematur dan Mengalami Kerusakan Otak

Dilansir dari Euro News, balita 24 bulan di Belanda itu lahir dalam kondisi prematur. Ia kemudian mengalami sepsis dan pada usia empat bulan didiagnosis mengalami kerusakan otak nan luas.

Anak tersebut juga didiagnosis mengalami corak parah cerebral palsy alias lumpuh otak. Dalam perkembangannya, dia diketahui mengalami epilepsi berat.

Kondisinya juga membikin anak tersebut mengalami kesulitan membersihkan dahak dari paru-paru dan saluran pernapasan. Kondisi itu menyebabkan gangguan pernapasan sekaligus meningkatkan akibat jangkitan saluran pernapasan. Berdasarkan keterangan nan dikeluarkan pemerintah Belanda, tidak ada perkembangan maupun perbaikan kondisi selama kehidupan singkat anak tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑