PLN Beberkan Sejumlah Tantangan Pengembangan PLTS di RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) membeberkan beragam tantangan untuk mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam negeri. Hambatannya mulai dari ketimpangan letak sumber daya dengan pusat permintaan (mismatch), hambatan kesiapan lahan, hingga kepastian penyerapan listrik jangka panjang oleh industri.

EVP Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Arief Sugiyanto menyebut pengembangan daya banru terbarukan (EBT) salah satunya PLTS saat ini tetap dihadapkan hambatan aspek lokasi. Ia menyebut banyak potensi daya hijau berada di wilayah terpencil nan jauh dari area industri utama sebagai permintaan listrik.

"Tantangan utama tadi sudah disebutkan juga bahwa adanya mismatch antara letak potensi renewable energy dengan industri demand-nya. Sebagian besar itu lokasinya agak jauh dibanding dari demand-nya," ujarnya dalam Diskusi Publik Renewable Energy Zones (REZ) as an Enabling Instrument INDEF, di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Mitigasinya, diperlukan pembangunan jaringan transmisi nan panjang dan mahal guna mengevakuasi daya dari sumber daya ke konsumen. Selain itu, proses penyediaan jaringan transmisi tersebut dinilai sering terkendala oleh masalah pembebasan lahan serta persaingan peruntukan tanah untuk sektor ekonomi lain.

"Tantangannya lagi mungkin jika kita bicara tentang PLTS jika kita membangun di satu area industri kemudian ada PLTS-nya juga. Nah itu mungkin dari sisi developer-nya apakah lahan ini lebih menguntungkan dibangun PLTS ataukah lebih untung dibangun pabrik lagi alias mungkin pemukiman," jelas Arief.

Di samping itu, perlu adanya kepastian permintaan listrik nan berkelanjutan. Pihaknya menekankan kudu ada agunan keamanan investasi lantaran masa operasional pembangkit mencapai minimal 25 tahun, padahal profil perjanjian industri tertentu terkadang lebih singkat.

"Kawasan industri ini memerlukan pasokan listrik nan andal. Nah nan andal tentunya jika area industri hanya mengandalkan PLTS kan mungkin agak berisiko. Tentunya kudu diimbangi juga pasti kudu terkoneksi ke sistem kelistrikan PLN alias menggunakan baterai," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News