Jakarta -
Waketum PKB Faisol Riza menginstruksikan DPC untuk membuka ruang perbincangan kepada mahasiswa soal program prioritas presiden, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Faisol berbincang soal kemungkinan banyak mahasiswa nan belum terjelaskan soal program-program tersebut.
"Mahasiswa merupakan golongan intelektual nan mempunyai peran krusial dalam mengawal jalannya demokrasi. PKB percaya bahwa kita semua termasuk teman-teman mahasiswa dapat memahami substansi program pemerintah ini adalah kebutuhan kita berbareng saat ini," kata Faisol kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PKB memandang kritik terhadap MBG dan KDMP sebagai pesan kepada pemerintah bahwa selama nyaris 1,5 tahun ini program ketahanan pangan, pembangunan generasi unggul dan penguatan perekonomian rakyat belum tersampaikan secara merata kepada kalangan mahasiswa," tambahnya.
Faisol menyebut program-program pemerintah tentu sesuai dengan upaya menghadapi perubahan-perubahan geopolitik global. Salah satunya, memberikan agunan kesiapan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Walaupun demikian, Wakil Menteri Perindustrian itu mengatakan PKB tidak menutup mata dengan beragam laporan terjadinya penyimpangan dan pelanggaran norma mengenai penyelenggaraan program-program tersebut.
"Dari sisi tata kelola dan teknokrasinya tentu memerlukan banyak sekali pembenahan dan penyempurnaan. Ditahannya ketua Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu nan lalu, membuktikan pemerintah tidak menutup mata atas pelanggaran hukum. Kami terus mengawasi dan mengawalnya hingga semua dapat dilaksanakan transparan sesuai patokan hukum," ujarnya.
"Untuk itu, DPP PKB menginstruksikan kepada seluruh DPC PKB melakukan perbincangan produktif dengan teman-teman mahasiswa di kampus-kampus nan berada di Kabupaten/Kota masing-masing. Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, PKB wajib menjelaskan secara substansial program-program prioritas Presiden Prabowo," tambahnya.
Menurutnya, diskusi-diskusi itu krusial untuk membangun kesamaan pandangan bakal situasi nan dihadapi bangsa Indonesia, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Sekaligus memahami langkah-langkah nan bisa dilakukan berbareng antara pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat untuk mengatasi beragam hambatan.
"Laksanakan obrolan secara terbuka untuk mendengar saran-saran perbaikan dan penyempurnaan beragam program prioritas tersebut. Kami yakin, Gen Z nan sekarang banyak menjadi mahasiswa mempunyai pandangan-pandangan konstruktif nan bisa membantu pemerintah menyempurnakan penyelenggaraan program-program tersebut," ujarnya.
"Perbedaan-perbedaan pandangan kudu terus dijaga. Tapi kita juga perlu memperkuat persatuan nasional dalam mengatasi beragam masalah nan bakal terus datang," sambungnya.
(azh/azh)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·