Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menilai rotasi di perangkat kelengkapan majelis (AKD) DPR merupakan perihal nan biasa dilakukan untuk menyesuaikan komposisi dengan sasaran nan mau dicapai.
Bahlil awalnya menyinggung pernyataan Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, mengenai adanya rotasi di internal fraksi.
Dia kemudian mengibaratkan perubahan komposisi tersebut seperti sebuah kesebelasan sepak bola nan perlu mengubah susunan pemain untuk mencapai tujuan.
“Tadi Pak Sarmuji menyampaikan, lantaran terjadi rotasi ya, memang tidak ada satu tim, (ibarat) kesebelasan bola, di mana pun kita lihat, itu untuk mencapai tujuan selalu dibutuhkan perubahan-perubahan permainan,” kata Bahlil saat memberi pengarahan kepada kader di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8).
Menurut Bahlil, rotasi merupakan bagian nan wajar dalam perjalanan organisasi. Dia menilai perubahan komposisi tidak perlu dipandang sebagai persoalan nan luar biasa.
“Jadi saya pikir itu suatu perihal nan biasa saja. Memang ya itulah hidup,” ujarnya.
Ia mengatakan perubahan komposisi tidak hanya dapat terjadi di tingkat AKD. Menurutnya, sistem serupa juga dapat diterapkan dalam pemerintahan melalui reshuffle menteri andaikan sasaran nan ditetapkan tidak tercapai.
“Jangankan di fraksi, jangankan di perangkat kelengkapan Dewan. Di kabinet saja bisa terjadi rolling, jika itu dianggap tidak memenuhi apa nan menjadi target,” tutur Bahlil.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·