Jaringan Telekomunikasi di 7 Wilayah Flores Kembali Normal Pascagempa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jaringan Telekomunikasi di 7 Wilayah Flores Kembali Normal Pascagempa Telkomsel memulihkan jaringan telekomunikasi di wilayah Flores, NTT.(Telkomsel)

Telkomsel memastikan seluruh jaringan telekomunikasi nan sempat terdampak gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah kembali beraksi hingga Selasa (18/8). Pemulihan dilakukan secara berjenjang untuk memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses komunikasi dan info di tengah kondisi pascabencana.

Sebelumnya, gangguan jaringan terjadi di tujuh kabupaten, ialah Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Dari total 735 site Telkomsel nan beraksi di wilayah tersebut, lebih dari 400 site sempat mengalami gangguan akibat dampak gempa.

Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo, mengatakan proses pemulihan dilakukan dengan mengerahkan tim teknis, menambah support sumber daya listrik, serta berkoordinasi dengan beragam pihak untuk menjangkau letak terdampak.

“Pemulihan jaringan pascabencana memerlukan kerja berbareng dan respons nan cepat. Sejak awal kejadian, tim Telkomsel berbareng Telkom Group dan seluruh mitra mengenai terus bergerak di lapangan untuk memulihkan layanan,” kata Nugroho.

Menurutnya, pemulihan jaringan tidak hanya berangkaian dengan mengembalikan kegunaan prasarana telekomunikasi. Konektivitas juga dibutuhkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh info penting, serta mendukung koordinasi selama masa tanggap darurat.

Gangguan Listrik Jadi Kendala Pemulihan

Salah satu tantangan dalam proses pemulihan jaringan adalah terganggunya pasokan listrik di sejumlah lokasi. Dampak gempa menyebabkan kerusakan pada sebagian prasarana pengedaran listrik, termasuk trafo, tiang, dan kabel jaringan.

Untuk menjaga site tetap dapat beraksi sembari menunggu pasokan listrik kembali normal, Telkomsel mengerahkan 44 fixed genset, 27 mobile genset, serta 29 pack battery backup. Sejumlah mobile genset apalagi kudu didatangkan dari luar Flores. Proses mobilisasi perangkat tersebut menghadapi tantangan lantaran kondisi sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan dan terdampak longsor.

“Kami melakukan beragam skenario untuk mempercepat recovery, termasuk mengoptimalkan sumber daya nan tersedia di lokasi, melakukan mobilisasi genset, serta mendatangkan support perangkat dari luar wilayah. Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan tim nan bekerja di lapangan,” ujar Nugroho.

Selain persoalan kelistrikan, longsor di sejumlah ruas jalan juga menyulitkan mobilisasi personel dan perangkat menuju site nan mengalami gangguan.

Tim teknis kemudian melakukan pemetaan terhadap kondisi setiap site berasas tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap jasa masyarakat. Dalam proses tersebut, Telkomsel berkoordinasi dengan Telkom Group, pemerintah daerah, regulator, PLN, BPBD, serta beragam pihak mengenai lainnya.

Meski seluruh site nan terdampak telah kembali beroperasi, Telkomsel tetap melanjutkan pemantauan di sejumlah lokasi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kualitas jaringan, kestabilan pasokan listrik, dan kondisi prasarana pendukung tetap terjaga.

“Di tengah kondisi bencana, konektivitas mempunyai makna nan jauh lebih besar. Masyarakat membutuhkannya untuk memberi berita kepada keluarga, mendapatkan info resmi, hingga mendukung koordinasi beragam pihak dalam penanganan bencana,” tutur Nugroho.

Karena itu, Telkomsel memastikan proses pemulihan tidak berakhir setelah seluruh site kembali beroperasi. Optimalisasi dan pemantauan jaringan terus dilakukan untuk menjaga kualitas jasa bagi masyarakat di wilayah Flores nan terdampak gempa. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia