Jakarta - Sejumlah penduduk kehilangan kekayaan bendanya akibat kebakaran besar nan menghanguskan puluhan rumah penduduk di area Kemayoran, Jakarta Pusat. Salah satunya, Lilis (46), rumahnya gosong terbakar berbareng seluruh tabungan nan disiapkan untuk wisuda anaknya di Solo.
Saat ditemui di Kawasan Kemayoran, Pasar Jiung, Jakarta Pusat , Selasa (2/6/2026), Lilis menceritakan api muncul begitu sigap hingga dirinya tak sempat menyelamatkan barang-barang berbobot di rumahnya.
"Ada kebakaran, ada kebakaran gitu lah. Saya kan tinggalnya di atas dekat tanaman dia. Saya langsung turun. Api itu udah penduduk sudah ada nan nyiramin, saya aja ikut nyiramin sama suami saya," kata Lilis.
Malam itu penduduk sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dari penampungan rumah masing-masing. Namun, kobaran api justru semakin besar.
"Pakai air dari keran aja. Kita penampungan seember guyurin, eh lenyap diguyur malah tambah gede. Itu kan kabel-kabel semua, tiang listrik. Cepat banget kejadiannya," ujarnya.
Rumah Lilis berada tepat di samping titik awal kebakaran. Bangunan semipermanen dari tripleks membikin api dengan sigap menjalar ke rumah-rumah lain.
"Saya nggak mikirin peralatan saya sendiri. Pas api membesar, saya langsung keluar. Sempat narik mukena sama sajadah terus dilemparin ke bawah, lenyap itu kabur," tuturnya.
Lilis mengatakan dirinya hanya sukses menyelamatkan satu arsip krusial dari rumah nan sekarang telah gosong terbakar.
Bangunan di area Kemayoran, Jakarta Pusat tinggal puing usai kebakaran melanda pada Senin (1/6/2026) malam. (Pradita Utama/detikfoto)
"KTP gosong semua, dompet hangus. Cuma dapat KK sama surat nikah doang," katanya.
Tak hanya dokumen, modal upaya hingga tabungan nan disimpan di rumah juga ikut ludes dilalap api. Padahal duit tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadiri wisuda anaknya dalam waktu dekat.
"Tabungan ada, lumayan untuk modal sehari-hari. Dua minggu lagi mau pulang kampung, anak mau wisuda di Solo," ucapnya.
Sehari-hari, Lilis berdagang jamu di sekitar Jakarta Pusat. Seluruh perlengkapan dagangannya ikut terbakar. Kini dia mengaku belum mengetahui gimana langkah kembali memulai usahanya.
"Hangus semua. Cuma sepeda buat jualan nan selamat lantaran ditolong tetangga. Saya mau bangkit jualan lagi jika kelak ada rezeki buat beli alat-alat," katanya.
Usai kebakaran, Lilis berbareng suaminya nan bekerja sebagai pengemudi ojek online terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya di area Serdang.
Ia berambisi pemerintah dapat memberikan support bagi para korban nan kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan.
"Kita berambisi banget support pemerintah. Kita sudah habis-habisan begini, nggak punya modal lagi. Punyanya baju nempel di badan doang ini," ujarnya.
"Mudah-mudahan bantuannya segera diturunkan. Soalnya kita betul-betul lenyap semuanya," imbuhnya.
(bel/mea)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·